Jawa Timur Raih Predikat Pendonor Terbanyak

1
74
331 pendonor yang menerima Piagam Penghargaan dan Satya Lancana. (Foto: kominfo.jatimprov.go.id)

SURABAYA – Jawa Timur kembali mempertahankan predikat sebagai provinsi dengan pendonor darah terbanyak se-Indonesia. Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur mengapresiasi kesadaran dan kepedulian masyarakat Jawa Timur untuk membantu kebutuhan stok darah.

Ketua Harian PMI Jawa Timur Soebagyo mengatakan, secara umum aktivitas berdonor darah di Jawa Timur telah menjadi gaya hidup. Meski tidak mudah menciptakan budaya donor darah, namun pihaknya tidak pernah lelah untuk berdiskusi dan mengajak masyarakat.

“Setiap tahun Jawa Timur bersaing dengan DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Alhamdulillah lagi-lagi kita menang. Terima kasih pada seluruh masyarakat Jawa Timur,” tutur Soebagyo, Jumat (24/2).

Dikatakannya, pendonor darah sukarela PMI Provinsi Jawa Timur mengirimkan 331 orang untuk menerima Piagam Penghargaan dan Satya Lancana. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla di Jakarta, 18 Februari lalu. Pendonor terbanyak di Jawa Timur meliputi PMI Kota Surabaya sebanyak 174, Kabupaten Gresik sebanyak 15 orang dan Kota Malang 12 orang, Kabupaten Lumajang 10 orang.

Hadiah lainnya diberikan pada 20 pendonor yang mendapatkan kesempatan umrah. Mereka adalah  10 pendonor  PMI Jawa Timur, 4 pendonor Jawa Barat,3 pendonor DKI Jakarta, 1 pendonor Sumatra Barat, 1 pendonor NTB, dan 1 pendonor Jawa Tengah.

Kepala Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya Agung, Tri Jutanto menyatakan, kesadaran masyarakat di Jawa Timur khususnya di Surabaya untuk mendonorkan darah meningkat. Hal tersebut seiring dengan semakin pahamnya masyarakat mengenai manfaat donor darah bagi kesehatan.

“Umumnya setiap tahun selalu terjadi peningkatan. Meski meningkat kita tidak pernah lelah melakukan sosialisasi pada masyarakat akan pentingnya donor darah,” jelas Agung.

Manfaat donor darah bagi kesehatan, kata Agung, yakni dapat mengurangi risiko hemochromatosis atau gangguan genetik yang menyebabkan tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Donor darah yang dilakukan secara teratur dapat mengurangi berat badan, selain itu juga dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

EDITOR: Rizky

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Putin Apresiasi Penampilan Timnas Rusia di Piala Dunia

MOSKOW, SERUJI.CO.ID -  Tim tuan rumah memastikan melaju ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya sejak keruntuhan Uni Soviet, Piala Dunia Rusia akan lebih baik...
Neymar

Pulih dari Cedera, Neymar Kembali Latihan

SOCHI, SERUJI.CO.ID - Pemain depan Brazil Neymar kembali berlatih normal pada Rabu (20/6) waktu setempat, sehari setelah istirahat di sesi latihan Selasa (19/6) karena merasa...

Ini Tanggapan Pelatih Peru Terkait Teknologi VAR di Piala Dunia

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  Pelatih Peru Ricardo Gareca mengatakan pada Rabu (20/6) bahwa kesalahan manusia merupakan salah satu daya tarik pertandingan sepak bola dan bahwa sistem...

Kalahkan Iran, Spanyol Berpeluang Lolos Babak 16 Besar

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  Tim nasional Spanyol sukses menaklukkan Iran dengan skor 1-0 di laga lanjutan Grup B Piala Dunia 2018 di Stadion Kazan Arena, Rusia,...

Ini Alasan FIFA Denda Federasi Sepak Bola Meksiko dan Serbia

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Komite Disiplin FIFA telah menyetujui Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) dengan denda CHF 10.000 untuk kesalahan sekelompok penggemar Meksiko dalam kaitannya dengan...