Dokter: Jangan Minum Manis Saat Sahur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Fiastuti Witjaksono SpGK mengatakan masyarakat yang hendak berpuasa sebaiknya jangan meminum minuman manis saat sahur untuk mencegah hipoglikemia atau kurangnya kadar gula dalam darah saat berpuasa.

Fiastuti dalam diskusi kesehatan mulut di Jakarta, Senin (21/5), mengatakan minuman manis saat sahur akan menyebabkan kadar gula dalam darah cepat berkurang dan malah menimbulkan rasa cepat lapar dan haus.

“Jangan minum manis saat sahur, karena kadar gula jadi cepat turun sehingga pagi-pagi sudah terasa lapar dan bisa hipoglikemia,” kata dia.

Saat sahur dianjurkan makan dengan porsi makan lengkap dan seimbang mulai dari karbohidrat, protein nabati dan hewani, sayur dan buah, lemak atau minyak sedikit hanya untuk menumis, bisa pula ditambah susu.

Dan yang paling penting ialah untuk minum air putih sebanyak dua hingga tiga gelas untuk hidrasi tubuh.

Fiastuti menyarankan agar tidak berolahraga selepas sahur karena cairan tubuh yang ke luar lewat keringat baru akan diganti saat berbuka. Sebaiknya, kata Fiastuti, olahraga sebelum atau selepas berbuka agar cairan tubuh yang hilang bisa langsung tergantikan.

Untuk berbuka boleh dengan yang manis seperti teh manis, kurma, kolak, dan lainnya untuk mengganti gula darah yang mulai rendah pada sore hari. Sangat dianjurkan agar tidak meminum minuman dingin karena bisa membuat stress organ-organ tubuh dan berpotensi meningkatkan risiko infeksi.

Selepas berbuka dan shalat maghrib bisa dilanjutkan dengan makan berat yang tentunya dengan gizi seimbang. Usai tarawih boleh mengonsumsi camilan ringan.

“Kalau yang berat badannya sudah berlebih makan dua kali saja cukup. Kalau yang kurus boleh habis tarawih makan lagi,” ujar Fiastuti. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER