846 Pedonor Dapat Satyalencana dari PMI

JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar dua kegiatan besar, yaitu Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial untuk Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali, Sabtu (18/2). Sebanyak 846 pedonor akan mendapatkan satyalencana ini.

Kedua acara dilangsungkan secara bergandengan di Hotel Millenium Jakarta pada 18-19 Februari 2017 sebagai bagian dari bentuk pelayanan serta apresiasi PMI kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Mukernas PMI yang mengagendakan sosialisasi program kerja PMI selama 2017 dengan mengusung tema “Kemandirian dan Keberlanjutan”.

“Kami ingin terus meningkatkan kemandirian organisasi PMI dan melaksanakan program-program yang berkesinambungan dalam rangka mewujudkan visi PMI, yaitu menjadikan PMI yang berkarakter, profesional, mandiri serta dicintai masyarakat,” kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasasmita.

Pada Mukernas kali ini, PMI akan menyosialisasikan tentang proses penguatan legalitas PMI melalui Undang-Undang Kepalangmerahan sebagai salah satu program kerja prioritas PMI.

PMI saat ini tengah mengusung pentingnya perlindungan bagi petugas kemanusiaan dengan mengawal RUU Kepalangmerahan yang tengah dibahas di DPR. Tahun 2017 ini. PMI menargetkan rancangan undang-undang tersebut menjadi undang-undang.

“Adanya Undang-Undang Kepalangmerahan menjadi prioritas utama dari rencana kerja PMI tahun ini. Selama 70 tahun lebih PMI belum memiliki undang-undang yang berfungsi untuk melindungi pekerja kemanusiaan ketika mereka bertugas dalam menangani bencana maupun konflik di Indonesia,” jelas Ginandjar Kartasasmita.

Selanjutnya, PMI juga akan menyosialisasikan program kerja prioritas lainnya dengan menargetkan 13 kegiatan. Di antaranya peningkatan kapasitas PMI provinsi di bidang respon dan pelayanan bencana serta pelayanan kesehatan, pembinaan sukarelawan, pembangunan pabrik kantong darah, dan meningkatkan standar kualitas pelayanan darah sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP).

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER