Menkominfo Ingatkan Perusahaan Media Sosial yang Tak Tanggap Penyebaran Hoax

1
78
rudiantara, menkominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengkhawatirkan maraknya peredaran informasi palsu dan konten negatif di internet. Oleh karenanya ia mengingatkan perusahaan teknologi penyedia media sosial agar segera tanggap terhadap penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian. Ia juga menyatakan, tak segan-segan menindak perusahaan yang tak segera menanganinya.

Peringatan tersebut, kata Rudiantara, lantaran upaya pemblokiran dinilai tak cukup menahan hoax yang menjamur. Platform media sosial atau penyedia konten seperti Facebook harusnya ikut bertanggung jawab terhadap penyebaran konten negatif di media sosial.

“Memblokir itu fokusnya bukan hanya kepada yang punya akun Facebook, tapi kepada penyelenggaranya. Platform juga bertanggungjawab. Jangan sampai media sosial terpapar,” ujar Rudiantara saat diskusi di gedung Galeri Nasional, Gambir, Jakarta, Jumat (9/6).

Pemblokiran platform, menurut Rudiantara, bukan pilihan pertama pemerintah, mengingat banyaknya fungsi positif media sosial di era modern. Namun, hal itu menjadi urgensi ketika penyedia abai terhadap situasi yang terjadi di Indonesia.

“Kita tidak ada niat untuk menutup platform-platform sama sekali. Tapi penyedia plaltform juga harus peduli dengan kondisi Indonesia. Itu yang kami minta,” ujar Rudiantara.

Di negara lain, platform yang menjadi media penyebaran hoax akan dikenakan penalti. Sementara di Indonesia, kata Rudiantara, pemerintah masih terus mencoba melakukan komunikasi untuk menemukan solusi yang tepat bagi penanganan masalah tersebut.

“Jadi banyak pihak yang harus menyelesaikan. Platform harus ikut tanggung jawab. Kalau di Indonesia tidak ada niatan untuk menutup platform, tapi kalau sudah keterlaluan, kita akan tutup,” kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan, pihaknya sudah melakukan langkah tegas terhadap akun media sosial selama bulan Januari hingga Mei 2017. Di Twitter sudah dilakukan pemblokiran terhadap 49 akun, di Facebook yang sudah diblokir mencapai 270 akun, dan di YouTube, sudah puluhan akun layanan berbagi video itu yang diblokir dalam rentang periode tersebut.

Untuk memerangi peredaran informasi palsu dan konten negatif, penyedia platform media sosial juga perlu mempertimbangkan terkait tingkat literasi pasar yang akan dirambahnya.

“Jadi tidak hanya serta merta menyerahkan filterisasi kepada masing-masing individu pengguna media sosial,” tuturnya.

Selain kantor perwakilan di Indonesia, penyedia media sosial juga diharapkan mampu memberikan level pelayanan yang baik, dengan bersedia untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menangani konten negatif tersebut. (IwanY)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Tunjuk Subangkit Latih Tim U-19

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Sriwijaya FC menunjuk mantan pelatih tim senior Subangkit untuk mengarsiteki Tim Under-19 musim kompetisi 2018. Direktur Pengembangan Sriwijaya FC Bambang Supriyanto di Palembang,...

Arus Balik di Bandara Sultan Mahmud Badarudin Melonjak

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pengguna jasa angkutan udara di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sumatera Selatan pada arus balik tiga hari setelah Hari Raya...
Kecelakaan

Mobil Dinas Bawa 10 Penumpang Masuk Jurang

PARIGI, SERUJI.CO.ID - Salah satu mobil dinas milik Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah masuk ke jurang di kilometer 11 ruas Toboli-Tawaeli, Kabupaten Parigi Moutong,...
Orang tenggelam

Pengunjung Dilarang Berenang di Pantai Mukomuko

MUKOMUKO, SERUJI.CO.ID -  Warga yang berkunjung ke objek wisata pantai dan danau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada libur Idul Fitri 1439 hijriah diimbau tidak...
tenggelam

Dua Wisatawan Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID -  Dua wisatawan yang tengah berlibur di laut selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di dua lokasi berbeda hilang tenggelam saat sedang berenang bersama...