“Suasananya mengerikan dan kacau … mereka tak memperlihatkan belas kasihan, itu adalah pembantaian manusia,” kata Ali, sementara air mata mengalir di pipinya, yang pucat.
“Tiga saudara dari permukiman saya meninggal dalam perbuatan berdarah dingin,” pungkasnya.
Pada Sabtu (25/11), jaksa agung Mesir mengumumkan jumlah korban jiwa akibat serangan di masjid di Sinai naik jadi 305, termasuk 27 anak kecil, dan 128 orang lagi cedera.
Dalam kesempatan lain, juru bicara militer Mesir mengatakan jet Angkatan Udara menghantam sejumlah kendaraan yang berisi pelaku teror yang terlibat dalam serangan mematikan tersebut.
Selain itu, Angkatan Udara Mesir menyerang sejumlah tempat persembunyian yang berisi senjata dan amunisi milik gerilyawan fanatik, tambah juru bicara tersebut.
Serangan udara itu dilancarkan beberapa jam setelah Presiden Mesir Abdel-Fattah As-Sisi berikrar akan membalas dengan keras pelaku teror yang melakukan serangan tersebut. (Ant/SU02)
