Selama Ramadhan, Israel Persulit Remaja Palestina Sholat di Masjid Al-Aqsha

0
90
palestina, israel, zionis, yerusalem, masjidil aqsa
Seorang warga Palestina menunjukkan surat izin kepada tentara Israel di gerbang pemeriksaan 300. (Foto: MaanImages/Wajdi al-Jaafari)

BETHLEHEM – Selama Ramadhan, otoritas pasukan Zionis Israel hanya mengizinkan pria berusia di atas 40 tahun, wanita segala usia, dan anak-anak di bawah 12 tahun dari Tepi Barat untuk memasuki Baitul Maqdis tanpa izin pada hari Jum’at, sementara yang lainnya hanya dibolehkan masuk jika mengantongi izin yang dikeluarkan Israel.

“Kami semua hanya ingin sholat,” kata Baraa Jawabreh (14) di pos pemeriksaan militer 300 di utara Bayt Lahm, setelah pasukan Zionis menolak remaja itu masuk ke Timur Baitul Maqdis untuk shalat di Masjid Al-Aqsha pada Jum’at ke tiga Ramadhan, dilansir dari Ma’an News, Jum’at (16/6).

Warga Palestina harus mengantri panjang di pos pemeriksaan militer 300, satu-satunya jalur masuk warga Palestina dari selatan Tepi Barat ke Baitul Maqdis.

Ratusan warga Palestina memadati jalan setapak semen dan logam, keluar melalui pintu putar, melewati detektor logam, dan menunjukkan identitas serta surat izin mereka kepada para tentara Zionis Israel agar bisa bepergian ke Masjid al-Aqsha untuk sholat. Proses tersebut terkadang bisa memakan waktu berjam-jam, ditambah dengan suhu musim panas yang sangat menyengat dan puasa. Hal ini dapat mengakibatkan frustasi tingkat tinggi bagi warga Palestina yang mengantri di pos pemeriksaan militer 300.

palestina, israel, zionis, yerusalem, masjidil aqsa
Kepadatan warga Palestina menuju gerbang pemeriksaan 300 di Bethlehem Utara untuk memasuki Yerusalem. (Foto: MaanImages/Wajdi al-Jaafari)

Selain itu, selama bulan Ramadhan pasukan Zionis Israel juga mendirikan pembatas jalan di luar pos pemeriksaan untuk membatasi lalu lintas warga Palestina. Para tentara Israel memberi warna atau mencat pembatas jalan dengan warna putih dan biru, warna bendera Israel.

Bagi saudara sepupu Hussein dan Baraa Jawabre, keduanya berusia 14 tahun, proses berliku dan penuh perjuangan itu sia-sia. Mereka dikembalikan oleh para tentara Israel ke tempat pemeriksaan izin, dikarenakan batasan umur yang diberlakukan pemerintah Israel.

Remaja saudara sepupu itu hanyalah bagian kecil di antara ribuan anak-anak Palestina lainnya yang dilarang masuk ke dalam Baitul Maqdis untuk shalat pada hari Jum’at.

“Saya sudah berusaha ke Baitul Maqdis tiga kali, tapi setiap kali itu pula para tentara Israel melarang sepupu dan saya masuk,” kata Hussein di pos pemeriksaan.

“Kami bangun sangat pagi dan kami bahagia bisa shalat di Al-Aqsha. Namun di luar dugaan penjajah Zionis Israel menghalangi kami,” tambah Hussein.

Saudara sepupu itu telah menempuh perjalanan jauh dari kamp pengungsi al-Arroub di kota Al-Khalil menuju Baitul Maqdis untuk shalat.

Tak hanya remaja seperti Hussein dan Baraa yang mengalami hal tersebut di atas, wanita-wanita Palestina pun bersusah payah bahkan harus menahan penghinaan ketika hendak ke Masjid Al-Aqsha. Para wanita Palestina mengatakan bahwa mereka dipermalukan saat melintasi pos pemeriksaan 300, karena para serdadu Zionis memaksa mereka untuk membuka cadar mereka di depan ratusan lelaki dan wanita lainnya –sebuah tindakan yang bisa merendahkan dan memalukan bagi Muslimah. Karena, sebenarnya ada ruang khusus di pos pemeriksaan untuk para tentara Israel yang bisa digunakan untuk memberikan privasi bagi para Muslimah.

palestina, israel, zionis, yerusalem, masjidil aqsa
Seorang wanita Palestina diminta melepaskan cadarnya oleh tentara Israel untuk pemeriksaan. (Foto: MaanImages/Wajdi al-Jaafari)

Salah seorang wanita yang dipaksa tentara Zionis Israel untuk melepaskan cadarnya –yang tidak ingin disebutkan namanya– mengatakan bahwa dia terpaksa melakukannya,

“Agar bisa meraih impian saya shalat di Masjid al-Aqsha,” ujar wanita tersebut.

Ribuan warga Palestina menempuh perjalanan ke Timur Baitul Maqdis pada hari Jum’at untuk melaksanakan shalat di sana. Dan pemerintah Israel mengerahkan sejumlah besar tentara Zionis Israel di sepanjang Kota Tua menuju Al-Aqsha. (JarotA/IwanY)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...