Presiden Trump Dukung Langkah Saudi Perangi Korupsi


WASHINGTON, SERUJI.CO.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan kepercayaannya pada Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas langkah politik keduanya, seperti yang dikutip dari The Palestinian Information Center. Trump mengatakan bahwa dirinya “tahu betul apa yang mereka (Kerajaan Saudi) lakukan.”

Pernyataan tersebut dikutip dari akun tweeter milik Donald Trump pada Selasa (7/11). Trump mengomentari kampanye Saudi tentang anti korupsi di negeri tersebut.

“Saya sangat percaya pada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, mereka tahu betul apa yang mereka lakukan. Beberapa diatara mereka telah menguras habis kekayaan negara selama bertahun-tahun,” ujar Trump.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (4/11) telah terjadi penahanan besar-besaran terhadap 11 pangeran, empat diantaranya menteri yang masih menjabat, serta puluhan mantan pengusaha Saudi dengan tuduhan telah melakukan korupsi. Penahanan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara tersebut.

Diantara 11 pangeran yang ditahan tersebut adalah pangeran dan seorang milyarder Alwaleed bin Talal yang secara terbuka pernah mengecam Trump dalam akun twitternya tahun 2015 sebagai “aib” tidak hanya untuk Partai Republik tapi juga untuk seluruh Amerika.

Meskipun dinyatakan sebagai kampanye anti korupsi, namun melihat sejumlah pejabat yang ditangkap dari kalangan politisi, termasuk Pangeran Mut’ab bin Abdullah yang menjabat sebagai menteri keamanan nasional, membuat sejumlah pengamat Saudi mengatakan penangkapan ini bukan karena memerangi korupsi.

Satu pihak percaya, bahwa tujuan dari kampanye tersebut adalah untuk memerangi korupsi, melindungi uang publik dan menetapkan peraturan hukum dan menyatakan, putra mahkota sedang memimpin negara tersebut menuju “Arab Saudi baru”.

Sementara pihak lain, berpendapat penangkapan tersebut bertujuan memperkuat kontrol Pangeran Mahkota Saudi di semua lini negara, dalam rangka persiapannya untuk apa yang dia sebut “perpindahan” kekuasaan yang mulus dalam langkahnya “menjauhkan para lawan politriknya” dari panggung kekuasaan, diantaranya pangeran Mutab bin Abdullah.

(Jarot/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bangsa Gagal Nyintesis

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Manfaat Belerang untuk Mengobati Berbagai Masalah Kulit

Pantas saja banyak orang yang gemar berkunjung ke pemandian air panas. Ternyata ini manfaat belerang untuk kulit.
close