😱 KAWASAN TELUK DALAM KEPANIKAN
Koresponden Al Jazeera di Doha melaporkan mendengar setidaknya selusin ledakan dalam beberapa jam terakhir — sebagian besar merupakan suara rudal Patriot yang mengintersep misil Iran. Qatar, Kuwait, dan UAE telah menutup ruang udara mereka. Lapangan penerbangan di seluruh kawasan gelap. Ribuan penumpang internasional terjebak.
Di Dubai — salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia — kepanikan melanda. Pantai-pantai yang biasanya ramai oleh wisatawan berubah jadi sepi, digantikan suara sirene dan dentuman ledakan dari kejauhan.
Seorang warga Indonesia yang bekerja di Dubai menghubungi keluarganya via WhatsApp: “Kami semua di dalam, lampu dimatikan, menunggu informasi.”
Arab Saudi, yang memilih tidak terlibat langsung, mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan rudal Iran ke negara-negara tetangganya dan menyatakan siap “memberikan semua sumber dayanya untuk membantu mereka.”
Laporan tak terverifikasi juga menyebutkan ada ledakan di Riyadh, namun Saudi belum mengonfirmasi.
IRAN: “TIDAK ADA GARIS MERAH”
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengeluarkan pernyataan resmi bahwa angkatan bersenjata mereka akan memberikan “respons yang menghancurkan.” Seorang pejabat senior Iran mengumumkan kepada Al Jazeera: “Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini.”
Mahkota Iran Reza Pahlavi — putra mahkota dari rezim Shah yang digulingkan pada 1979 — muncul di media sosial dengan seruan kepada militer Iran agar berpihak pada rakyat, bukan pada rezim.
Trump sendiri dalam videonya secara langsung menyerukan rakyat Iran: “Jam kebebasan kalian telah tiba. Ambil alih pemerintahan kalian. Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian selama beberapa generasi.”
