Pasca Insiden Serangan Pemuda Palestina, Israel Tutup Masjidil Aqsa

YERUSALEM – Pada hari Jum’at (14/7), tiga orang pemuda Palestina tewas dan tiga tentara Israel terluka, dua di antaranya terluka parah dalam baku tembak yang terjadi di halaman Masjidil Aqsa.

Para saksi mata mengatakan pada The Palestinian Information Center di Ramallah, baku tembak terjadi setelah tiga pemuda Palestina bersenjata masuk dari Bab Khittah (salah satu pintu Masjidil Aqsa) menggunakan sepeda motor dan langsung melancarkan tembakan ke arah pasukan Israel dari jarak dekat dan menyebabkan dua serdadu penjajah Israel terluka parah.

Kemudian pasukan Israel tersebut lari ke dalam Masjidil Aqsa, bergantian membalas tembakan tiga pemuda Palestina itu. Dua pemuda Palestina yang berhasil melukai satu tentara Israel akhirnya tewas. Selang beberapa menit, pemuda ke tiga tewas di dekat Masjid Qubbah As-Sakhrah.

Setelah insiden tersebut, petugas keamanan Israel lantas mengosongkan Masjidil Aqsa dari para jamaah salat dan meniadakan salat Jum’at, serta menutup Masjidil Aqsha.

Ketegangan seringkali meningkat di sekitar kawasan tempat suci tersebut, yang di dalamnya berdiri Masjid al Aqsa dan Kubah Batu Emas. Kawasan tersebut dikelola oleh pihak berwenang Yordania dan berdekatan dengan Tembok Barat, sebuah tempat suci dimana pengikut Yahudi diijinkan untuk melaksanakan sembahyang disana.

Gelombang serangan jalanan oleh warga Palestina yang dimulai pada 2015 telah berkurang, Namun belum berhenti. Sedikitnya 255 warga Palestina dan satu warga Yordania tewas sejak kekerasan dimulai.

Israel merebut wilayah Yerusalem Timur, tempat Kota Tua dan kawasan suci berada, setelah perang Timur Tengah 1967 dan menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya, sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka, sebuah negara merdeka yang wilayahnya mencakup Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Israel menuduh para pemimpin Palestina menghasut warganya untuk melakukan kekerasan, namun pihak berwenang Palestina mengatakan bahwa keputusasaan warga Palestina selama pendudukan Israel adalah pendorong utama kekerasan terjadi. (JarotS/IwanY)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER