Lebanon Larang Tayang Film Wonder Woman, Ini Alasannya

BEIRUT – Pemerintah Lebanon resmi melarang penayangan film Wonder Woman di bioskop negaranya karena kedekatan hubungan pemeran utama film tersebut, Gal Gadot, dengan Militer Israel.

Kementerian Ekonomi Lebanon mengeluarkan larangan tersebut hanya beberapa saat sebelum film tersebut dijadwalkan untuk tayang perdana di Lebanon. Lebanon saat ini masih dalam keadaan perang dengan Israel.

Sebelum larangan tersebut mulai berlaku, Film Wonder Woman telah dipromosikan di Lebanon dan dijadwalkan melakukan pemutaran perdana di negara ini.

Jaringan teater bioskop Grand Cinemas Lebanon mengumumkan larangannya melalui akun Twitter-nya @GCLebanon, pada Kamis (31/5).

Seperti dikutip dari The Guardian, meskipun Wonder Woman telah melewati prosedur sensor normal di negara tersebut, Campaign to Boycott Supporters of Israel-Lebanon memberi tekanan kepada pemerintah untuk memblokir film tersebut karena digambarkan sebagai “film Tentara Israel”.

Gadot, yang berasal dari Tel Aviv, adalah seorang pelatih tempur di Angkatan Bersenjata Israel (IDF) selama dua tahun dan memahkotai ajang perlombaan Miss Israel pada usia 18 tahun.

Gerakan boikot tersebut sebelumnya juga mencoba memblokir pemutaran Batman vs Superman, yang juga menampilkan Gadot sebagai Wonder Woman, namun tidak berhasil.

Pamor Gadot juga membawa perhatian pada sikap politiknya. Tak lama setelah dinobatkan sebagai Wonder Woman di film Batman vs Superman, Gadot menyampaikan pengalamannya dengan IDF di sebuah posting Instagram pada tahun 2014. Di bawah foto dirinya yang sedang berdoa bersama putrinya, Gadot menulis:

“Saya mengirim cinta dan doa kepada sesama warga Israel. Terutama untuk semua anak laki-laki dan perempuan yang mempertaruhkan nyawa mereka melindungi negara saya dari tindakan mengerikan yang dilakukan oleh Hamas, yang bersembunyi seperti pengecut di belakang wanita dan anak-anak … Kami akan hadapi!!! Shabat Shalom! (Salam sejahtera untuk kalian semua!) #weareright #freegazafromhamas #stopterror #coexistance #loveidf”

Film Wonder Woman diprediksi akan menghasilkan USD 175 juta di seluruh dunia akhir pekan ini, sebuah rekor untuk film superhero wanita. 

Film besutan sutradara Patty Jenkins ini telah menggelar premier di Indonesia pada Sabtu (27/5), kemudian mulai tayang di jaringan bioskop XXI sejak Kamis (31/5). Gelaran di Indonesia ini lebih cepat 2 hari dari negara asalnya, Amerika Serikat. (M.Gauzal/IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER