Mesir-Arab Saudi Sepakat Hadapi Campur Tangan Regional

KAIRO, SERUJI.CO.ID – Presiden Mesir Abdel-Fattah Al-Sisi pada Ahad (4/3) mencapai kesepakatan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang sedang berkunjung, mengenai upaya bersama guna menghadapi campur tangan regional.

“Kedua pihak menekankan bahwa mereka akan melanjutkan kerja sama untuk menghadapi campur-tangan regional dan upaya pemecahan di kalangan negara regional, dan bersatu sebagai satu blok guna menghadapi ancaman dan tantangan yang dihadapi wilayah tersebut, terutama terorisme dan negara yang mendukungnya,” kata Juru Bicara Presiden Mesir Bassam Rady di dalam satu pernyataan.

“Presiden Al-Sisi menekankan keamanan Teluk adalah bagian integral dari keamanan nasional Mesir,” tambah Rady.

Mohammed bin Salman tiba di Ibu Kota Mesir, Kairo, pada Ahad pagi dalam kunjungan tiga-hari sebagai tujuan pertama kunjungan luar negeri pertamanya sejak ia diangkat menjadi Putra Mahkota tahun lalu dan melancarkan kegiatan besar anti korupsi di Kerajaan Arab Saudi, yang membersihkan elit politik dan ekonomi.

Putra Mahkota itu dijadwalkan meninggalkan Mesir menuju Bahrain pada 7 Maret dan belakangan mengunjungi Amerika Serikat, sekutu Barat paling dekat dan paling kuat bagi Arab Saudi.

As-Sisi kembali menyampaikan keinginan Mesir untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan Arab Saudi dalam berbagai bidang mengingat hubungan strategis antara kedua negara, kata juru bicara presiden Mesir tersebut.

Pada Juni lalu, Mesir bergabung dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain dalam blokade terhadap Qatar, dan menuduh negara yang kaya akan minyak itu mendukung terorisme, mencampuri urusan dalam negeri dan mencari hubungan lebih dekat dengan Iran, musuh lama Arab Saudi di Wilayah Teluk. Tuduhan tersebut telah berulang kali dibantah oleh Qatar.

“Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan harapan bahwa kunjungan itu akan menambah momentum bagi hubungan strategis antara kedua negara dan rakyat dan mendorong kerja sama bilateral dalam segala bidang,” kata juru bicara presiden Mesir tersebut.

Kunjungan Mohammed bin Salman dilakukan sehari setelah Mahkamah Konstitusional Mesir membatalkan putusan pengadilan rendah yang menantang penyerahan dua pulau negeri itu di Laut Merah kepada Arab Saudi, berdasarkan kesepakatan demarkasi maritim.

Pada Ahad (4/3) malam, presiden Mesir dan putra mahkota Arab Saudi menyaksikan upacara penandatanganan sejumlah kesepakatan mengenai kerja sama ekonomi dan lingkungan hidup, termasuk pembentukan dana penanaman modal Mesir-Arab Saudi. (Ant/SU03)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER