Israel Tingkatkan Pembangunan Permukiman di Wilayah Palestina

0
99
Pagar beton memisahkan area permukiman warga Palestina dengan permukiman warga Israel di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (Reuters)

TEPI BARAT – Konstruksi permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki Israel telah melonjak hingga 70 persen pada jangka 1 tahun hingga Maret 2017, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik Israel. Pekerjaan dimulai pada 2.758 tempat tinggal sejak April 2016, dibandingkan dengan 1.619 selama 12 bulan sebelumnya yang berakhir pada Maret 2016.

Angka yang dikeluarkan pada hari Senin (19/6) tidak termasuk Yerusalem Timur yang dianeksasi Israel yang dianggap Israel sebagai bagian integral dari “ibu kota negara yang tak terpisahkan”.

Organisasi pemantau permukiman, Peace Now mengatakan ledakan permukiman tersebut bertepatan dengan penurunan 2,5 persen dalam konstruksi di dalam wilayah Israel.

“Alih-alih bekerja untuk menyelesaikan krisis perumahan di dalam Israel, pemerintah Israel memprioritaskan penyediaan rumah bagi minoritas radikal yang tinggal di luar batas resmi negaranya,” katanya, dilansir dari Al Jazeera.

“Pembangunan semacam itu terus menjauhkan kita dari satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina – sebuah solusi dua negara.”

Lebih dari 600.000 warga Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang dipandang sebagai penghalang utama bagi perdamaian antara Israel dan Palestina. Mereka tinggal bersama tiga juta orang Palestina.

Menteri pertahanan Israel mengatakan bahwa negara tersebut sejauh tahun ini telah meningkatkan jumlah proyek permukiman tertinggi sejak 1992. Avigdor Lieberman mengatakan pada tanggal 11 Juni bahwa, sejauh tahun ini, rencana telah diajukan untuk 8.345 rumah di wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk 3.066 yang dijadwalkan untuk “pembangunan segera”.

“Angka untuk paruh pertama 2017 adalah yang tertinggi sejak 1992,” kata Lieberman.

Proyek permukiman tersebut berada pada berbagai tahap dalam proses perencanaan dan unit-unit tersebut tersebar di sejumlah permukiman di Tepi Barat. Pemukiman-permukiman ini dipandang ilegal di bawah hukum internasional dan merupakan batu sandungan utama bagi penyelesaian karena dibangun di atas tanah yang dilihat orang-orang Palestina sebagai bagian dari negara masa depan mereka dalam penyelesaian dua negara.

Sekarang, lebih dari 600.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, berdampingan dengan sekitar 2,9 juta warga Palestina, yang menurut para kritikus membuat kesepakatan dua negara sangat sulit untuk direalisasikan. (Gauzal/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU