Terkait Pembunuhan Kim Jong Nam, Polisi Buru Empat Warga Korut

KUALA LUMPUR – Polisi Diraja Malaysia menyatakan, hari ini sedang memburu empat orang warga Korea Utara yang diduga terkait dengan pembunuhan Kim Jong Nam yang merupakan saudara tiri Kim Jong Un. Empat orang itu dikabarkan telah meninggalkan Malaysia pada hari pembunuhan.

Wakil Inspektur Jenderal Kepolisian Noor Rashid Ibrahim mengatakan dalam konferensi pers bahwa para tersangka tersebut semuanya laki-laki dan berusia antara 33 sampai 57 tahun. “Selain empat orang itu, tiga warga Korea Utara yang diduga membantu juga sedang dicari,” kata Ibrahim dilansir dari AFP, Minggu (19/2).

Sebelumnya, kepolisian menangkap seorang pria asal Korea Utara berusia 46 tahun yang dipanggil Ri Jong Chol. Ia diidentifikasi sebagai seorang pekerja IT yang tinggal di Kuala Lumpur. Petugas juga menahan seorang wanita membawa paspor Vietnam serta seorang wanita Indonesia dan seorang pria Malaysia atas pembunuhan itu.

Kim Jong Nam meninggal Senin lalu setelah cairan tak dikenal diduga racun disemprotkan ke wajahnya saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Korea Selatan menyebut pembunuhan itu dilakukan oleh agen-agen perempuan atas perintah dari Pyongyang.

Korut menuntut jenazah Kim dikembalikan. Namun Malaysia menolak permintaan itu dan menegaskan jenazah Kim akan tetap berada di negara itu sampai teridentifikasi melalui sampel DNA dari anggota keluarga. Kepolisian Malaysia menjelaskan hingga hari ini belum ada keluarga Kim Jong-nam yang mendatangi pihak berwajib di sana.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

“Duit Ostrali”

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.

KUNTUM KHAIRA UMMATIN