Plagiarisme dalam Pidato Presiden Ghana yang Baru

Accra, Seruji.com — Ahad (8/1), pihak kepresidenan Ghana menyampaikan permintaan maaf setelah presiden Ghana yang baru, Nana Akufo-Addo, dengan jelas telah menggunakan ujaran Bill Clinton dan George W. Bush dalam pidato inaugurasinya di hadapan rakyat Ghana pada Sabtu (7/1).

Para pengguna media sosial Twitter mulai mempertunjukkan kesamaan antara pidato Nana dan kedua mantan presiden Amerika Serikat tersebut.

Though our challenges are fearsome, so are our strengths. Ghanaians have been a restless, questing, hopeful people. And we must bring to our task today the vision and will of those who came before us,” ucap Nana.

Itu serupa dengan pidato inaugurasi Bill pada 1993, “Though our challenges are fearsome, so are our strengths. And Americans have ever been a restless, questing, hopeful people. We must bring to our task today the vision and will of those who come before us.”

Selain itu, Nana berujar, “I ask you to be citizens: citizens, not spectators; citizens, not subjects; responsible citizens building your communities and our nation.”

I ask you to be citizens: citizens, not spectators; citizens, not subjects; responsible citizens building communities of service and a nation of character,” seru George saat berpidato dalam inaugurasinya pada 2001.

Seperti yang dikutip oleh kantor berita DPA, Direktur Komunikasi Kepresidenan Ghana, Eugene Arhin, mengakui plagiarisme dalam pidato Nana itu dan menyatakan permintaan maaf.

“Secara terus terang, saya memohon maaf karena tidak mencantumkan narasumber dalam kutipan tersebut. Hal itu sungguh suatu kekhilafan, dan tidak pernah disengaja.”

Nana Akufo-Addo (72) merupakan seorang mantan penasihat hukum hak asasi manusia. Ia berhasil mengungguli incumbent, John Dramani Mahama, dalam pemilihan presiden pada bulan lalu. (ais)

Sumber: Aljazeera dan kantor-kantor berita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER