Kakak Kim Jong Un Punya Bisnis IT di Indonesia

MALAYSIA – Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, ternyata punya bisnis teknologi informasi atau IT. Salah satu usahanya adalah mendistribusikan perangkat keras (hardware) dan lunak (software) ke Indonesia. Selain ke negara ini, Kim juga berbisnis di Malaysia dan Singapura. Beberapa kali dia memang diketahui berada di Jakarta. Namun saat itu keperluannya tak diungkapkan. Demikian menurut sebuah sumber seperti yang dikutip media Malaysia, The Star.

Meski demikian, jauh-jauh hari ia menyadari bahwa nyawanya terancam. Dalam setiap kali lawatan wisatanya ke Malaysia, dia selalu dikawal bodyguard. Kim memang mengkhawatirkan keselamatan jiwanya. Demikian diungkapkan seorang pemilik restoran di Pataling Jaya, Malaysia, yang mengenal kakak tiri diktator Korea Utara Kim Jong-un itu.

“Saya menduga dia memiliki sebuah perangkat yang bisa mengacaukan (kamera) CCTV. Setiap kali saya mengecek kamera CCTV setelah dia pergi, tidak ada siapa-siapa dalam rekaman itu,” kata Alex Hwang, warga Korea Selatan yang restorannya kerap dikunjungi Kim.

Kepada The Star, Hwang berkata, “Dia takut dibunuh, oleh karena itu dia selalu bepergian bersama para bodyguard.” Menurut dia, Kim selalu tinggal di hotel bintang lima ketika di Malaysia.

“Kadang-kadang dia membawa serta istrinya ke sini,” kata dia yang juga mengungkapkan fakta menarik bahwa Kim juga kerap membawa kekasih gelapnya asal Singapura ke Malaysia.

Tiga orang, termasuk dua wanita yang diyakini pembunuh Kim dan berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Selasa (14/2) lalu telah ditahan. Satu perempuan berpaspor Vietnam, sedangkan satu perempuan lagi berpaspor Indonesia. Orang ketiga adalah seorang pria Malaysia.

Hwang yang merupakan Ketua Dewan Penasihat Unifikasi Nasional (cabang Malaysia) dan mantan presiden Asosiasi Korea di Malaysia. Dia menjelaskan bahwa ada banyak restoran di kota ini (Petaling Jaya), tetapi dia selalu memilih Starhill Gallery karena faktor keamanan di sini. Hwang yakin Kim berada di kota itu karena dia memiliki rekan bisnis atau kerabat di Malaysia yang membantu keuangannya.

“Dia tadinya mendapatkan bantuan keuangan dari kedutaan besar Korea Utara tetapi dihentikan setelah ayahnya meninggal dunia dan dia pun mengasingkan diri. Dia mungkin memiliki sumber keuangan di sini (Malaysia). Saya sudah membujuk dia untuk ke Korea Selatan tetapi menolaknya.”

Sumber lainnya berkata kepada The Star bahwa Kim kerap ke Malaysia antara 2010 dan 2013 ketika sepupunya, Jang Yong Chol, menjadi duta besar Korea Utara untuk Malaysia.Kim biasanya tinggal di sebuah rumah tingkat dua di Bukit Damansara. Sumber tadi berkata, “Dia akan tinggal di sini selama 10 sampai 15 hari setiap kali berkunjung. Kadang-kadang bersama keluarganya.”

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.