Korut Izinkan Wartawan Korsel Kunjungi Situs Nuklir

SEOUL, SERUJI.CO.ID – Korea Utara telah menerima daftar wartawan Korea Selatan untuk mengunjungi situs uji coba nuklir mereka setelah tarik-menarik berhari-hari dengan Seoul, menurut Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Rabu (23/5).

Korea Utara mengundang sejumlah media dari beberapa negara untuk menyaksikan pembongkaran situs uji Punggye-ri sebagai upayanya menegakkan janji untuk menghentikan uji coba nuklir. Namun, Pyongyang menolak untuk menerima daftar wartawan dari Korea Selatan setelah membatalkan rencana pembicaraan antar-Korea sebagai protes terhadap latihan tempur udara Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Undangan untuk menyaksikan pembongkaran situs Punggye-ri dilihat sebagai indikasi bahwa tawaran tak terduga Korea Utara untuk mengakhiri uji coba nuklirnya masih berlaku meskipun ketidakpastian diplomatik baru.

Wartawan dari perusahaan media dari negara-negara lain tiba di kota pelabuhan Korea Utara, Wonsan, pada Selasa (22/5), di mana mereka menunggu untuk dipandu ke lokasi pengujian untuk mengikuti agenda peliputan yang dijadwalkan antara Rabu dan Jumat.

Namun, wartawan Korea Selatan kembali ke negara mereka semalam setelah gagal mendapatkan visa dari Pyongyang di Beijing.

Kementerian Unifikasi mengatakan pada Selasa (22/5) malam bahwa para wartawan Korea Selatan dapat terbang langsung ke Wonsan jika Korea Utara menerima mereka.

“Kami menyampaikan daftar delapan wartawan dari dua media ke Korea Utara hari ini, dan pihak Utara menerimanya,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu (23/5).

Kementerian itu tidak mengatakan kapan wartawan akan berangkat ke Korea Utara tetapi mengatakan akan mengatur dukungan secepat mungkin.

Para anggota media asing yang diundang mengatakan pihak berwenang Korea Utara memberikan alasan kepada mereka bahwa cuaca terlalu buruk untuk melakukan perjalanan ke situs Punggye-ri, tetapi mereka mungkin sebenarnya sedang menunggu para wartawan Korea Selatan, hal ini mengutip ramalan cuaca yang menunjukkan peningkatan kondisi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER