Tim Sepak Bola Anak yang Hilang di Gua Belum Ditemukan

THAILAND, SERUJI.CO.ID –¬†Pencarian 12 anak-anak anggota regu sepak bola dan pelatih mereka memasuki hari keenam, Jumat (29/6), dan polisi mulai menurunkan alat bantu melalui dinding gua tanpa bisa memastikan apakah anak-anak tersebut betul-betul berada di sana.

Anak-anak berusia 11 hingga 16 tahun beserta seorang pembantu pelatih berusia 25 tahun itu hilang sejak Sabtu (23/6) setelah menjelajahi gugus gua Tham Luang sepanjang 10km di Propinsi Chiang Rai.

Mereka tetap masuk ke gua itu meski ada peringatan tertulis kepada pengunjung bahwa lorong di dalam gua tersebut rentan terhadap banjir.

Sepeda dan sepatu milik anak-anak tersebut ditemukan di dekat pintu masuk gua dan regu penolong yakin bahwa jejak tangan, yang ditemukan di dalam gua itu adalah milik mereka. Tapi, upaya pencarian belum menemukan hasil.

Ragu penyelamat internasional, termasuk yang dikirim Komando Pasifik AS (PACOM), ikut membantu tim Thailand, yang terdiri atas tentara, polisi, dalam pencarian yang dihadang oleh hujan deras.

Polisi juga sudah menjelajahi bagian dasar gua, sementara tim penyelam menyusuri jalan yang sudah tergenang oleh banjir.

Sebanyak 20 paket yang terdiri atas air minum, makanan, obat dan lampu senter, serta sebuah surat yang ditujukan kepada tim yang hilang itu ikut diturunkan ke celah di dalam gua.

Meski tidak yakin dengan posisi rombongan anak-anak itu, tim penolong tetap berharap agar paket yang diturunkan tersebut bisa ditemukan oleh mereka.

“Jika anak-anak tersebut menemukan kotak, kami ingin agar mereka bisa mengeluarkan kotak tersebut dari gua,” kata Kolonel Polisi Kraiboon Sotsong, ketua tim penyelamat.

Catatan tersebut berbunyi: “Jika diterima, silahkan jawab dan tunjukkan peta lokasi kalian berada. Semua orang akan segera menolong.” Upaya pencarian anak-anak tersebut menjadi perhatian besar masyarakat di Thailand.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha juga sudah mengunjungi lokasi, Jumat (29/6), untuk memberikan semangat kepada tim penolongdan menyakinkan keluarga anak-anak tersebut bahwa seluruh upaya akan dilakukan untuk menemukan mereka.

“Yang bisa dilakukan akan dilakukan, pemerintah akan mendukung,” kata Prayuth menegaskan. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER