Karena Dukung Penuh Palestina, Amerika Serikat Keluar dari UNESCO

1
367
Donald Trump
Presiden AS Donald Trump. (foto:istimewa)

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memutuskan untuk keluar dari United Nations Cultural Organization (UNESCO), setelah bertahun-tahun menarik diri karena organisasi tersebut memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina.

“Keputusan ini tidak diambil semudah itu,” demikian pernyataan resmi State Department, dikutip dari New York Times, Kamis (12/10).

Tak hanya melabeli UNESCO anti Israel, pemerintahan AS juga menilai, organisasi dunia yang mengurus kebudayaan itu juga harus mengkaji ulang visi dan misi mereka.

Meski begitu, AS akan berusaha tetap terlibat sebagai observer bukan anggota yang memberikan sumbangan pandangan, perspektif dan keahliannya.

Dalam sebuah pernyataannya AS akan keluar efektif pada 31 Desember 2017.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova mengaku kecewa terhadap keputusan AS.

“Di masa di mana konflik-konflik memecah belah masyarakat di seluruh penjuru dunia, sangat disayangkan AS keluar dari agensi PBB yang mempromosikan edukasi untuk kedamaian dan melindungi kebudayaan di bawah serangan,” ujar Bokova.

Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut membuat keluarga PBB kehilangan. Begitu pula bagi multilateralisme. Demikian dilansir dari Reuters, Kamis (12/10).

“Absennya AS atau negara besar lain yang punya kekuatan adalah kehilangan bagi kami. Ini bukan sekadar urusan uang, namun idealisme promosi yang vital bagi negara-negara seperti AS, misalnya edukasi dan budaya,” kata diplomat tersebut.

UNESCO sendiri yang selama ini dikenal dengan program situs warisan dunia, adalah agensi pengembangan global Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan misi-misi budaya, termasuk mempromosikan edukasi seksual, literasi, air bersih dan kesetaraan untuk wanita.

Sebelumnya, AS di masa pemerintahan Obama menghentikan pembiayaan terhadap UNESCO pada tahun 2011, sebagai protes atas sebuah keputusan UNESCO yang memberikan keanggotaan penuh Palestina (anggota tetap). Sedangkan menurut AS, itu dapat melemahkan pengaruh UNESCO di negara-negara di seluruh dunia.

AS pun kehilangan hak pilihnya di organisasi itu pada tahun 2013, karena tak lagi berkontribusi terhadap finansialnya.

Pada bulan Juli 2017 lalu, UNESCO sendiri telah menetapkan kota kuno Hebron di West Bank yang dikuasai Israel, sebagai Situs Warisan Dunia Palestina. (SU02)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...
becak-becak

Yogyakarta Kaji Tiga Desain Becak Alternatif

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kajian desain becak alternatif dengan menyiapkan tiga tipe becak yang terdiri dari dua becak ramah lingkungan dan satu...