Karena Dukung Penuh Palestina, Amerika Serikat Keluar dari UNESCO

1
308
Donald Trump
Presiden AS Donald Trump.

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memutuskan untuk keluar dari United Nations Cultural Organization (UNESCO), setelah bertahun-tahun menarik diri karena organisasi tersebut memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina.

“Keputusan ini tidak diambil semudah itu,” demikian pernyataan resmi State Department, dikutip dari New York Times, Kamis (12/10).

Tak hanya melabeli UNESCO anti Israel, pemerintahan AS juga menilai, organisasi dunia yang mengurus kebudayaan itu juga harus mengkaji ulang visi dan misi mereka.

Meski begitu, AS akan berusaha tetap terlibat sebagai observer bukan anggota yang memberikan sumbangan pandangan, perspektif dan keahliannya.

Dalam sebuah pernyataannya AS akan keluar efektif pada 31 Desember 2017.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova mengaku kecewa terhadap keputusan AS.

“Di masa di mana konflik-konflik memecah belah masyarakat di seluruh penjuru dunia, sangat disayangkan AS keluar dari agensi PBB yang mempromosikan edukasi untuk kedamaian dan melindungi kebudayaan di bawah serangan,” ujar Bokova.

Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut membuat keluarga PBB kehilangan. Begitu pula bagi multilateralisme. Demikian dilansir dari Reuters, Kamis (12/10).

“Absennya AS atau negara besar lain yang punya kekuatan adalah kehilangan bagi kami. Ini bukan sekadar urusan uang, namun idealisme promosi yang vital bagi negara-negara seperti AS, misalnya edukasi dan budaya,” kata diplomat tersebut.

UNESCO sendiri yang selama ini dikenal dengan program situs warisan dunia, adalah agensi pengembangan global Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan misi-misi budaya, termasuk mempromosikan edukasi seksual, literasi, air bersih dan kesetaraan untuk wanita.

Sebelumnya, AS di masa pemerintahan Obama menghentikan pembiayaan terhadap UNESCO pada tahun 2011, sebagai protes atas sebuah keputusan UNESCO yang memberikan keanggotaan penuh Palestina (anggota tetap). Sedangkan menurut AS, itu dapat melemahkan pengaruh UNESCO di negara-negara di seluruh dunia.

AS pun kehilangan hak pilihnya di organisasi itu pada tahun 2013, karena tak lagi berkontribusi terhadap finansialnya.

Pada bulan Juli 2017 lalu, UNESCO sendiri telah menetapkan kota kuno Hebron di West Bank yang dikuasai Israel, sebagai Situs Warisan Dunia Palestina. (SU02)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Setya Novanto dan KPK

Setnov Hadiri Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Setya Novanto menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik (KTP-el) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)...
Satgas Pangan sidak harga sembako

Pedagang Naikkan Harga Sepihak, Polres Akan Tindak Tegas

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, akan menindak tegas agen dan pedagang yang bermain menaikkan harga secara sepihak sehingga berdampak terhadap keresahan di...
BPJS Kesehatan

Pemerintah: Penyakit Katastropik Tetap Dijamin BPJS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menegaskan pembiayaan penyakit katastropik akan tetap dijamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...