Karena Dukung Penuh Palestina, Amerika Serikat Keluar dari UNESCO

1
297
Donald Trump
Presiden AS Donald Trump.

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memutuskan untuk keluar dari United Nations Cultural Organization (UNESCO), setelah bertahun-tahun menarik diri karena organisasi tersebut memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina.

“Keputusan ini tidak diambil semudah itu,” demikian pernyataan resmi State Department, dikutip dari New York Times, Kamis (12/10).

Tak hanya melabeli UNESCO anti Israel, pemerintahan AS juga menilai, organisasi dunia yang mengurus kebudayaan itu juga harus mengkaji ulang visi dan misi mereka.

Meski begitu, AS akan berusaha tetap terlibat sebagai observer bukan anggota yang memberikan sumbangan pandangan, perspektif dan keahliannya.

Dalam sebuah pernyataannya AS akan keluar efektif pada 31 Desember 2017.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova mengaku kecewa terhadap keputusan AS.

“Di masa di mana konflik-konflik memecah belah masyarakat di seluruh penjuru dunia, sangat disayangkan AS keluar dari agensi PBB yang mempromosikan edukasi untuk kedamaian dan melindungi kebudayaan di bawah serangan,” ujar Bokova.

Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut membuat keluarga PBB kehilangan. Begitu pula bagi multilateralisme. Demikian dilansir dari Reuters, Kamis (12/10).

“Absennya AS atau negara besar lain yang punya kekuatan adalah kehilangan bagi kami. Ini bukan sekadar urusan uang, namun idealisme promosi yang vital bagi negara-negara seperti AS, misalnya edukasi dan budaya,” kata diplomat tersebut.

UNESCO sendiri yang selama ini dikenal dengan program situs warisan dunia, adalah agensi pengembangan global Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan misi-misi budaya, termasuk mempromosikan edukasi seksual, literasi, air bersih dan kesetaraan untuk wanita.

Sebelumnya, AS di masa pemerintahan Obama menghentikan pembiayaan terhadap UNESCO pada tahun 2011, sebagai protes atas sebuah keputusan UNESCO yang memberikan keanggotaan penuh Palestina (anggota tetap). Sedangkan menurut AS, itu dapat melemahkan pengaruh UNESCO di negara-negara di seluruh dunia.

AS pun kehilangan hak pilihnya di organisasi itu pada tahun 2013, karena tak lagi berkontribusi terhadap finansialnya.

Pada bulan Juli 2017 lalu, UNESCO sendiri telah menetapkan kota kuno Hebron di West Bank yang dikuasai Israel, sebagai Situs Warisan Dunia Palestina. (SU02)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Shah Porir Dwip, Tanah Harapan bagi Setengah Juta Jiwa Rohingya

SERUJI.CO.ID - Pernahkah terbayang adegan ini? Pada suatu malam buta, rumah gubuk yang kita tempati bersama orang tua dan adik-adik kita tiba-tiba digedor dengan...

Demo Istana, Ratusan Mahasiswa Tuntut Janji Kampanye Jokowi-JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sejak siang, Jumat (20/10) melakukan aksi unjuk rasa di...
taksi online

Peraturan Baru, Taksi Online Boleh Dimiliki Individu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Revisi atas Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan nomor 26 tahun 2017 telah diselesaikan oleh Menteri Perhubungan. Perubahan yang mendasar dari revisi Permen...
Nyono Suharli

Besok, Golkar Keluarkan Rekomendasi Bacagub Jatim Untuk Khofifah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Surat rekomendasi untuk bacawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa dari partai Golkar dipastikan akan turun besok, Sabtu (21/10). Rencananya rekomendasi tersebut akan...

Produk Kefir dari Fermentasi Susu Kambing Kian Diminati

SOLO, SERUJI.CO.ID - Produk berbahan baku kefir atau fermentasi susu kambing buatan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai...
Menteri Asman Abnur

Alasan Efisiensi, Pemerintah Bubarkan 8 Lembaga Non-Struktural

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menyampaikan daftar delapan Lembaga Non-Struktural (LNS) yang akan dibubarkan atau dilebur...