Pangeran Arab Saudi: Donald Trump adalah ‘Teman Sejati Muslim’

AMERIKA SERIKAT, Seruji News – Wakil Putra Mahkota Kerajan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai “teman sejati Muslim” dan mengatakan dirinya tidak percaya bahwa larangan imigrasi kontroversial Trump menargetkan Islam secara khusus.

“Arab Saudi tidak percaya bahwa aturan imigrasi itu mengincar negara-negara Muslim atau agama Islam. Langkah itu sepenuhnya keputusan berdaulat AS yang ditujukan mencegah teroris masuk ke AS,” bunyi pernyataan resmi dari penasihat senior Mohammed.

Arab Saudi tidak masuk dalam daftar larangan Imigrasi kontroversial Trump yang sempat berlaku pada Februari 2017 lalu. Aturan tersebut melarang warga yang berasal dari tujuh negara Muslim seperti Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman untuk masuk ke AS.

Trump mengklaim aturan tersebut diterapkan dengan alasan keamanan nasional, demi mencegah teroris masuk ke AS.

Larangan yang dianggap diskriminatif ini mengundang kecaman tak hanya dari publik AS dan dunia Islam saja, tapi juga sejumlah pemimpin negara Barat.

Seorang juru bicara dari delegasi Arab Saudi untuk Amerika Serikat mengatakan, Mohammed merasa puas dengan sikap postif dan klarifikasi tentang Islam yang ia dengar langsung dari Trump.

“Presiden Trump menyatakan rasa hormat yang mendalam bagi agama Islam –salah satu agama yang kerap disalahgunakan kelompok radikal,” kata juru bicara tersebut.

“Presiden Trump bahkan memiliki niat yang belum pernah ada sebelumnya yaitu untuk serius bekerja sama dengan negara-negara Muslim untuk mencapai kepentingan AS, dan Pangeran Mohammed juga menganggap Presiden Trump sebagai teman sejati Muslim,” demikian kata penasihat senior Pangeran Mohammed seperti yang dikutip Bloomberg.

Pertemuan keduanya dianggap sebagai “titik balik” hubungan bilateral Riyadh-Washington yang sempat merenggang di bawah komando mantan Presiden Barack Obama, terutama setelah kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

Sementara itu, Gedung Putih telah mengumumkan bahwa Wakil Putra Mahkota Kerajan Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membahas proyek-proyek ekonomi potensial bernilai 200 Miliar Dolar. (Rory Anas)

Sumber: http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2017/03/16/Saudi-deputy-crown-prince-says-Donald-Trump-is-a-true-friend-of-Muslims-.html

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Pemimpin Belum Lulus

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER