Pangeran Arab Saudi: Donald Trump adalah ‘Teman Sejati Muslim’

1
343
mohammed bin salman, donald trump
Wakil Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

AMERIKA SERIKAT, Seruji News – Wakil Putra Mahkota Kerajan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai “teman sejati Muslim” dan mengatakan dirinya tidak percaya bahwa larangan imigrasi kontroversial Trump menargetkan Islam secara khusus.

“Arab Saudi tidak percaya bahwa aturan imigrasi itu mengincar negara-negara Muslim atau agama Islam. Langkah itu sepenuhnya keputusan berdaulat AS yang ditujukan mencegah teroris masuk ke AS,” bunyi pernyataan resmi dari penasihat senior Mohammed.

Arab Saudi tidak masuk dalam daftar larangan Imigrasi kontroversial Trump yang sempat berlaku pada Februari 2017 lalu. Aturan tersebut melarang warga yang berasal dari tujuh negara Muslim seperti Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman untuk masuk ke AS.

Trump mengklaim aturan tersebut diterapkan dengan alasan keamanan nasional, demi mencegah teroris masuk ke AS.

Larangan yang dianggap diskriminatif ini mengundang kecaman tak hanya dari publik AS dan dunia Islam saja, tapi juga sejumlah pemimpin negara Barat.

Seorang juru bicara dari delegasi Arab Saudi untuk Amerika Serikat mengatakan, Mohammed merasa puas dengan sikap postif dan klarifikasi tentang Islam yang ia dengar langsung dari Trump.

“Presiden Trump menyatakan rasa hormat yang mendalam bagi agama Islam –salah satu agama yang kerap disalahgunakan kelompok radikal,” kata juru bicara tersebut.

“Presiden Trump bahkan memiliki niat yang belum pernah ada sebelumnya yaitu untuk serius bekerja sama dengan negara-negara Muslim untuk mencapai kepentingan AS, dan Pangeran Mohammed juga menganggap Presiden Trump sebagai teman sejati Muslim,” demikian kata penasihat senior Pangeran Mohammed seperti yang dikutip Bloomberg.

Pertemuan keduanya dianggap sebagai “titik balik” hubungan bilateral Riyadh-Washington yang sempat merenggang di bawah komando mantan Presiden Barack Obama, terutama setelah kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

Sementara itu, Gedung Putih telah mengumumkan bahwa Wakil Putra Mahkota Kerajan Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membahas proyek-proyek ekonomi potensial bernilai 200 Miliar Dolar. (Rory Anas)

Sumber: http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2017/03/16/Saudi-deputy-crown-prince-says-Donald-Trump-is-a-true-friend-of-Muslims-.html

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU