Bahas Sikap Trump Terkait Yerusalem, Dewan Keamanan PBB Segera Bersidang

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan melakukan sidang pada Jumat (8/12) besok, terkait keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata sejumlah diplomat, Rabu (6/12) waktu setempat.

Penggelaran sidang itu merupakan permintaan delapan dari 15 anggota Dewan Keamanan. Prancis, Bolivia, Mesir, Italia, Senegal, Swedia, Inggris dan Uruguay meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk secara terbuka melakukan pemaparan di Dewan Keamanan, kata para diplomat.

Trump pada Rabu tiba-tiba membalikkan kebijakan berpuluh-puluh tahun yang dianut Amerika Serikat dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Keputusan Trump memicu kemarahan Palestina serta menunjukkan ketidakpedulian presiden AS itu atas peringatan-peringatan bahwa pengakuannya itu bisa menimbulkan kerusuhan di Timur Tengah.

Trump juga berencana memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya yang abadi dan tak terbagi serta berharap agar semua kedutaan asing ditempatkan di sana.

Pada saat yang sama, Palestina menginginkan wilayah timur kota itu dijadikan ibu kota negara Palestina di masa depan. Israel merebut wilayah itu dalam perang 1967 dan kemudian mencaploknya –langkah yang ditentang oleh masyarakat internasional.

Sebuah resolusi yang disahkan Dewan Keamanan PBB pada Desember tahun lalu “menggarisbawahi bahwa (Dewan Keamanan) tidak akan mengakui perubahan apa pun terhadap garis-garis 4 Juni 1967, termasuk menyangkut Yerusalem, selain yang disepakati oleh pihak-pihak terkait melalui perundingan.”

Resolusi tersebut disetujui setelah 14 negara memberikan suara dukungan sementara Amerika Serikat, di bawah pemerintahan mantan Presiden Barack Obama, menyatakan abstain.

Sementara itu, setelah Trump mengeluarkan pernyataan pada Rabu, Sekjen PBB Antonio Guterres mengeluarkan kecamannya.

“Saya telah secara konsisten menyatakan menentang langkah-langkah sepihak yang akan membahayakan masa depan perdamaian Israel dan Palestina. Di tengah kekhawatiran yang mendalam saat ini, saya ingin memperjelas: Tidak ada alternatif terhadap penyelesaian dua-negara. Tidak ada Rencana B,” tegas Guterres kepada wartawan, Rabu (6/12).

“Saya akan melakukan apa pun menurut kewenangan yang saya miliki untuk mendukung para pemimpin Israel dan Palestina kembali ke perundingan yang berarti,” kata Guterres.
(Reuters/Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

TERPOPULER