Polisi Kantongi Bukti Kuat Pelecehan Seksual oleh Perawat RS National Hospital

0
252
Pelecehan seksual di RS National Hospital
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan saat menunjukkan barang bukti, Sabtu (27/1/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Polisi mengaku telah mengantongi barang bukti yang kuat untuk menetapkan Junaidi, pelaku pelecehan seksual terhadap korban berinisial W, sebagai tersangka.

Pelecehan seksual yang dilakukan Junaidi terjadi di RS National Hospital saat W sedang dirawat.

“Ada beberapa bukti yang sudah kita terima, Kaset DVD dan Handphone milik tersangka, ” ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada media di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (27/1).

Selain barang bukti yang sudah ditemukan, Rudi mengatakan pihaknya akan terus mencari alat bukti lain supaya dapat melengkapi berkas perkara tersebut.

“Kemudian hari juga akan dilakukan beberapa pemeriksaan kepada pihak Rumah Sakit dan dokter psikolog,” jelasnya.

Tersangka, lanjut Rudi, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti yang sudah ada.

“Sebenarnya sejak tadi malam Jumat (26/1), kita sudah menetapkan pelaku sebagai tersangka terkait perbuatan cabul. Saat ini kita sudah melakukan penahanan terhadap tersangka,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terjadi pelecehan seksual di Rumah sakit mewah di kawasan Surabaya Barat. Hal itu terungkap dari video yang tersebar lewat sosial media.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual di RS National Hospital, Dijerat 7 tahun penjara

Wanita dengan inisial W, yang sedang dirawat di RS tersebut mengalami pelecehan seksual oleh perawat bernama Junaidi, yang merawatnya. Bagian sensitif dari W diremas oleh Junaidi saat W dalam kondisi setengah sadar dibawah pengaruh bius, selepas menjalani operasi.

Tersangka pelecehan seksual tersebut sejak kemarin, Jumat (26/1) subuh, telah ditangkap oleh anggota Polrestabes Surabaya, di salah satu hotel di Surabaya. Sebelumnya tersangka sempat kabur dari rumahnya Jalan Babatan, dengan membawa istrinya. (Devan/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU