Polda Sultra Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Arak

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Minat warga Sulawesi Tenggara mengonsumsi minuman keras (miras) hingga kini masih tinggi. Indikasi itu diketahui setelah pihak Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk kesekian kalinya memusnahkan ribuan botol miras dan arak hasil sitaan di sejumlah lapak ilegal di Kendari, Jumat (21/12).

Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto yang ditemui usai memimpin acara pemusnahan ribuan botol miras, Jumat (21/12), menyatakan keheranannya mengapa warga Sultra masih banyak yang suka mengonsumsi minuman keras.

“Minum miras itu jelas tidak sehat, maka saya perintahkan semua jajaran kepolisian di daerah ini melarang lapak-lapak menjual miras. Soalnya, minuman itu adalah biang kerok penggunanya mabuk lalu melakukan pelanggaran hukum,” ujar Iriyanto kepada wartawan, Jumat (21/12).

Miras yang dimusnahkan terdiri dari beberapa jenis. Untuk miras pabrikan jumlahnya mencapai 6.081 botol, minuman arak 4.206 liter, dan miras buatan warga yang diberi nama pongasi 1.877 liter, serta kameko atau ballo 350 liter. Semua minuman itu disita dari sejumlah tempat sejak 3 bulan lalu.

Dijelaskan oleh Iriyanto, miras yang disita umumnya dijual secara sembunyi-sembunyi karena tidak ada izinnya.

Agar penggunaan miras dapat ditekan, Kapolda meminta seluruh lapak yang menjual miras diperingati untuk tidak lagi menjualnya.

“Jika peringatan sudah disampaikan, namun masih ketahuan menjual miras, maka polisi akan mengambil tindakan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, H Lukman Abunawas, yang ikut mendampingi Kapolda memusnahkan miras, menyatakan terus mendukung upaya tegas Polda terhadap siapapun warga Sultra yang menjual dan memasok miras.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Kolaka Utara AKBP Susilo Setiawan, Sabtu (22/12), mengatakan, jajarannya bersama Wakil Bupati Kolaka Utara H Abbas juga telah memusnahkan 318 liter miras tradisional (ballo) dan ribuan botol miras pabrikan. (AH/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER