Pengadilan Semarang Memvonis Penista Agama 1 Tahun 6 Bulan

SEMARANG – Hakim Pengadilan Negeri Semarang hari ini menjatuhkan vonis hukuman satu tahun enam bulan penjara kepada Andrew Handoko, terdakwa kasus penistaan agama.

Vonis hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yaitu tiga tahun enam bulan.

Hakim Ketua Pudji Widodo menyatakan pria yang merobek Al-Qur’an itu terbukti melanggar Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Unsur pasal 156a yang dimaksud yaitu, setiap orang, dengan sengaja, di muka umum dan mengeluarkan upaya permusuhan terhadap agama atau kepercayaan.

Hakim membuktikan satu persatu unsur yang dimaksud. Unsur setiap orang terpenuhi dengan kebenaran identitas Andrew di persidangan. Lalu, unsur sengaja terbukti dengan perbuatannya menyobek bagian Al-Quran terjemahannya meski dalam keadaan mabuk atau tidak sadar.

Sementara unsur di muka umum terbukti meski perbuatan dilakukan di dalam kamar kos milik saksi, atau tidak dilihat orang lain, namun hakim membuktikan bahwa saksi melihat terdakwa merobek dalam lampu kamar yang sedang menyala.

Menurut hakim, Al-Qur’an dan terjemahannya harus dihormati karena kitab suci itu sebagai simbol umat Islam. Kalau kitab suci itu dirusak (dirobek), akan menyebabkan ketersinggungan umat Islam.

“Dapat disimpulkan perbuatan terdakwa yang merobek Al-Qur’an dan terjemahannya itu menyinggung perasaan umat Islam dan memenuhi unsur penodaan agama,” imbuh hakim.

Hakim Pudji menilai terdakwa sebagai sarjana kedokteran yang berpendidikan, sehingga tidak punya alasan tidak menyadari perbuatannya.

“Terdakwa secara pendidikan mempunyai pendidikan tinggi karena sarjana kedokteran, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengetahui. Sehingga unsur kesengajaan terpenuhi,” ujar hakim.

Atas putusan tersebut, kedua pihak masih belum menentukan pilihan. Keduanya memilih masih pikir-pikir.

Andrew yang merupakan warga Solo didakwa karena merobek kitab suci di kamar kos mantan pacarnya di Green Park Lavender, Jalan Pleret Raya Sumber Banjarsari, Solo pada 31 Oktober 2016.

Dia merusak beberapa barang termasuk kosmetik dan sabun yang disiramkan ke baju. Kemudian ia membuka tas mantan pacarnya dan merobek-robek buku termasuk kitab suci di dalamnya.

Dari sidang di Solo, kemudian pengadilan memindahkan lokasi sidang ke Pengadilan Negeri Semarang karena alasan keamanan. Sidang pembacaan vonis hukuman kali ini juga dijaga ketat oleh aparat keamanan.

EDITOR: Iwan Y

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy