Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Dihukum 9 Bulan Bui

0
26
Savita Linda Hora
Sidang terdakwa Savita Linda Hora Panjaitan, mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan. (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Mantan bendahara pemenangan pasangan calon Wali Kota Medan Ramadhan Pohan-Eddie Kusumah, Savita Linda Hora Panjaitan, divonis 9 bulan penjara. Dia dinyatakan bersalah turut serta melakukan penipuan terhadap Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar senilai Rp 15,3 miliar.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 9 bulan,” ucap majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik serta didampingi hakim anggota Morgan SH dan Sabarulina SH dalam sidang beragenda putusan di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (26/10).

Majelis hakim menyatakan terdakwa Savita Linda Hora Panjaitan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Meski dinyatakan terbukti bersalah, namun majelis hakim dalam amar putusannya tidak memerintahkan penahanan terhadap terdakwa.

Adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menyebabkan Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar mengalami kerugian senilai Rp 15,3 miliar.

“Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya selama persidangan, terdakwa tidak pernah dihukum, antara terdakwa dan saksi Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar telah berdamai,” jelas hakim.

Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU Sabarita Debora, SH. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa Savita selama 1 tahun 6 bulan penjara dengan perintah agar dilakukan penahanan.

Menyikapi vonis ini, baik terdakwa maupun JPU langsung menyatakan akan mengajukan banding.

Sementara itu, Ramadhan Pohan yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat dijadwalkan menghadapi sidang putusan dalam kasus yang sama pada Jumat, 27 Oktober 2017.

Sebelumnya JPU meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Ramadhan Pohan selama 3 tahun penjara dengan perintah penahanan.

Kasus ini berawal saat terdakwa Savita mengenalkan korban Rotua Hotnida Simanjuntak kepada Ramadhan Pohan. Kemudian, Savita meminjam uang kepada Rotua Hotnida Boru Simanjuntak untuk kepentingan Ramadhan Pohan yang maju dalam Pilkada sebagai calon Wali Kota Medan periode 2016-2021. Savita terus menerus membujuk korban untuk meminjam uang. Agar mendapat pinjaman, Savita membawa-bawa nama Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan para jenderal di Jakarta serta Ibas Yudhoyono. Terdakwa menyebutkan jika uang kiriman sudah datang dari Jakarta, maka uang pinjaman akan segera dikembalikan. Atas bujuk rayu terdakwa, membuat korban yang merupakan ibu dan anak itu, tergerak hatinya meminjamkan uang. Kemudian, uang diserahkan secara bertahap di posko pemenangan pasangan Ramadhan Pohan yang berpasangan dengan Eddy Kusuma (REDI) dengan perjanjian akan mengembalikan uang tersebut bersama bunganya.

Belakangan, setelah Ramadhan Pohan tidak terpilih dalam Pilkada Medan, kedua korban meminta kembali uangnya. Namun, uang itu tak kunjung dikembalikan. Bahkan cek yang diberikan Ramadhan Pohan, ternyata tidak dapat dicairkan karena dananya tidak cukup. Apalagi, Ramadhan selalu mengelak saat ditagih pembayaran. Akhirnya, korban melaporkan kasus itu ke Polda Sumut. (Mica/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ketua MPR: Delapan Parpol Setujui Miras Dijual Bebas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan mengungkapkan, saat pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang peredaran minuman keras (RUU Miras) di DPR, ada...
Tolak LGBT

Ketua MPR: Lima Fraksi Setujui Perilaku LGBT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengungkapkan ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender...
Beras impor

Ganjar: Jateng Tak Perlu Beras Impor

SOLO, SERUJI.CO.ID - Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan wilayahnya tidak perlu beras impor, karena sebentar lagi memasuki musim panen. "Kami tidak perlu beras impor,...
coklit pilkada banjar

Coklit Pilkada Banjar, Cawalkot Ade Uu Pertama Disambangi Petugas

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Para petugas KPU Kota Banjar dan penyelenggara serta pengawas lengkap, pada Sabtu (20/1) siang, melaksanakan pencocokan dan penelitian data pemilihan atau...
rakerda pemenangan djarot-sihar

Hadiri Rakerda Pemenangan Djarot-Sihar, Ini Pesan Mega Pada Kader

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan untuk Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur...
loading...
cj

Farid Majdi: Hukum Telah Dilihat Sebagai Bagian dari Kejahatan?

Hukum di Indonesia saat ini menjadi sorotan publik, ketika berbagai kasus yang terjadi di tingkat penegak hukum: kepolisian, jaksa, pengacara bahkan hakim, mencuat dan...

Partai Dan Pilkada

Tahun ini sampai 2020 merupakan tahun politik.  Mulai dari pilkada serentak ditahun 2018 dilanjutkan dengan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.  Helat yang dilaksanakan sekali...
KH Luthfi Bashori

Tatkala Maut Menjemput

Tatkala maut akan menjemput kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Teringat Nabi Dawud dalam gubahan kisah ringan, tatkala Beliau dikunjungi malaikat Izrail, maka terjadilah...