Game yang masuk ke dalam kategori “flash” ini bisa diakses dengan mudah, baik dari peramban di perangkat laptop maupun perangkat telepon pintar (desktop mode). Game ini menampilkan latar ruang kelas beserta seorang siswa yang sedang menemui gurunya.
“Game tersebut sangat tidak bermanfaat dan merusak proses pendidikan lantaran mengajarkan kekerasan terhadap guru,” imbuhnya.
Oleh karena itu, lanjut Khofifah, ia berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika segera mengambil langkah tegas dengan memblokir situs penyedia game tersebut. (Ant/SU03)
