Khawatir Tidak Pulang, Alasan Polisi Cegah Ratna Sarumpaet ke Luar Negeri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penangkapan yang dilakukan petugas Polda Metro Jaya terhadap Ratna Sarumpaet di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Kamis (4/10) malam saat hendak ke luar negeri, dilandasi kekhawatiran Ratna tidak akan kembali lagi ke tanah air.

“Kita dengar mau berangkat ke luar negeri, tidak ada jaminan pulangnya kapan, maka kita ambil action saja untuk cegah jangan sampai naik (pesawat),” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/10).

Baca juga: Ratna Sarumpaet Ditangkap Polisi Saat Hendak ke Luar Negeri

Dijelaskan Setyo, dengan status yang telah dinaikkan sebagai tersangka atas dugaan penyebaran informasi bohong sebagaimana yang diatur di pasal 14 ayat (1) Undang Undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, maka kehadiran Ratna dalam pemeriksaan sangat diperlukan.

“Untuk itu kita cegah agar tidak ke luar negeri, karena kita khawatir (jika ke luar negeri, red) akan menghambat penyidikan,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet ditangkap polisi saat hendak terbang ke Chili menggunakan pesawat Turkish Airlines, Kamis (4/10). Ratna yang sudah duduk di kursi penumpang, dicegah berangkat oleh petugas imigrasi dan kemudian ditahan oleh petugas dari Polda Metro Jaya.

Baca juga: Benarkah Ingin Melarikan Diri? Inilah Tujuan Ratna Sarumpaet ke Chili

Disampaikan oleh Ratna, bahwa kepergiannya ke Chili adalah untuk menghadiri sebuah konferensi internasional ‘Women Playwrights International (WPI)’ yang diadakan di Kota Santiago, Chili.

Dalam konferensi yang akan berlangsung dari 7-12 Oktober itu, Ratna dijadwalkan jadi pembicara utama yang mewakili Indonesia. (ARif R)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close