Jadi Otak Pelaku Penganiayaan Remaja, Seorang Pengacara Dibekuk Polisi

PEKANBARU – Seorang pengacara yang diduga sebagai otak pelaku pengeroyokan terhadap remaja 16 tahun untuk dipaksa sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor dibekuk Kepolisian Resor Kota Pekanbaru.

“Korban mengalami penganiayaan di dalam mobil oleh empat orang tidak dikenal dan dipaksa mengaku telah melakukan curanmor,” kata Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Ipda Dodi Vivino di Pekanbaru, Sabtu (8/7).

Kronologis kejadiannya pada Sabtu (1/7), sekitar pukul 23.30 WIB, korban MI (16) sedang berkumpul dengan teman-temannya di Perum Griya Mas Arengka Atas Pekanbaru. Tiba-tiba datang lima orang laki-laki yang tidak dikenal menghampiri korban dan langsung memaksa untuk ikut ke dalam mobil.

Setelah berada di dalam mobil kemudian korban dibawa ke Stadion Utama Riau di Panam Pekanbaru. Disitulah korban dianiaya dan dipaksa mengaku pelaku curanmor.

“Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka pada kening, bibir pecah dan luka memar pada pinggul,” ungkap Dodi.

Lalu dilaporkan ke Polresta Pekanbaru pada Minggu (2/7) tentang dugaan tindak pidana Kekerasan Fisik Terhadap Anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, telah diketahui alamat dan identitas tersangka.

Kemudian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru didukung tim reserse melakukan penangkapan terhadap tersangka. Dengan surat perintah penangkapan dilakukan penangkapan di Jalan Garuda Sakti terhadap tersangka atas ZH (51) yang pekerjaannya sebagai pengacara.

Tersangka diancam Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka diamankan dan dibawa ke Polresta Pekanbaru dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan di ruang unit Idik VI PPA. (Hrn)

Sumber:Antara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.