Trik Riasan Islami: Hindari Cukur Alis

Muslimah memang wajib merias diri, apalagi ketika di untuk moment pesta atau pernikahan. Asal tidak berlebihan, maka boleh saja hal ini dilakukan. Karena itu, ketahui beberapa triknya agar tetap terlihat cantik tanpa melanggar syariat.

Dalam tata rias, bingkai alis menjadi salah satu point yang penting dalam menentukan bagus tidaknya hasil riasan. Karena itu pada umumnya para perias sering mengambl jalan pintas merapikan alis dengna cara mencukup baik sebagain maupun secara keseluruhan. Namun islam telah melarangnya baik mencukur alis sedikit maupun banyak.

Karena itu, ada teknik khusus untuk mendapatkan bentuk alis yang cantik tanpa mencukur bulu alis. Yang pertama adalah membingkai bentuk alis dengan pensil alis. Kedua, mengisi ruang kosong dalam bingkai alis dengan eye shadow mate warna cokelat. “Hindari membuat alis dengan nge blok warna hitam, karena itu style tradisional wedding,” jelas nya.

Ketiga, antara alis dan high light diberikan warna terang untuk menonjolkan tulang alis. “Harus ada pemisah antara alis, high light untuk memberikan kesan alis yang cantik serta bingkai mata yang indah,” ujar Vanda.

Pemakain bulu mata palsu juga menjadi item yang harus dihindari dalam riasan wedding muslim. Untuk menghasilkan riasan yang dramatis, hal ini perlu diaplikasikan teknik berikut ini.

Pertama, apliaksikan eye liner secara penuh dan rapi. Hindari eye liner yang terputus-putus. Ulangi apliaksi eye liner 2-3 kali.

Kedua, pada bagian garis dalam mata atas, sisi dengan eye liner secara penuh, sehingga tidak ada ruang kosong pada garis mata.

Ketiga, aplikasikan eye liner bagian bawah, bagian sudut luar buat lebih tebal dan penuh, sehingga menghasilkan bingkai mata yang cantik.

Keempat, baurkan eye liner bawah dengan eye shadow untuk memberikan kesan riasan yang halus serta lembut.

Kelima, apliaksi mascara secara merata dan diualang 2-4 kali, ehingga menciptakan kesan bulu mata yang tebal dan lentik. Bila perlu sebelum aplikasi mascara jepit bulu mata terlebih dulu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER