Shireen Sungkar Ikuti Jejak Suami

JAKARTA – Mendukung jejak suaminya Teuku Wisnu yang sudah hijrah menjadi pengusaha, Shireen Sungkar menyimpan cita-cita untuk melanjutkan sekolah di jurusan bisnis.

“Dunia entertainment tidak bisa diandalkan selamanya. Makanya saya ingin mengambil jurusan bisnis kalau punya kesempatan untuk melanjutkan S2 nanti,” ujarnya dalam sebuah acara corporate social responsibilty (CSR) yang diadakan oleh sebuah sebuah brand kecantikan di Jakarta, Kamis (2/3).

Sekadar mengingatkan, tahun lalu Shireen baru saja menamatkan S1-nya dari jurusan Public Relations di sebuah universitas swasta ibukota. Sementara Teuku Wisnu, sejak menikahi Shireen pada November 2013, memilih mundur dari industri hiburan dan aktif sebagai pengusaha. Ia merintis beberapa bisnis di bidang kuliner, fashion busana muslim, dan terakhir telekomunikasi. Penampilan pria ini juga tampak semakin religius dengan jenggot yang dipanjangkan. Keputusan Wisnu untuk hijrah diikuti oleh Shireen yang memperbaiki penampilannya dengan hijab yang rapat menutup aurat.

Perihal mundurnya sang suami dari dunia hiburan, Shireen mengaku memaklumi karena keluarga suaminya kebanyakan memang berkecimpung di dunia bisnis. Namun demikian, untuk dirinya sendiri ia mengaku belum akan sepenuhnya meninggalkan dunia entertainment yang selama ini sudah membesarkan namanya. Apalagi Wisnu juga tidak melarangnya.

“Dia sadar menikah dengan seorang entertainer. Jadi tidak memaksa saya untuk berhenti. Tapi dengan kesadaran, saya sudah lama tidak menerima kontrak bermain sinetron. Paling menjadi host atau sebagai brand ambassador seperti ini,” ujar ibu dari Teuku Adam Al Fatih dan Cut Hawwa Medina Al Fatih tersebut.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.