Fashion Muslim Jadi Tren di Inggris

JAKARTA – Perkembangan busana muslim semakin menarik perhatian dunia. Setelah Dolce & Gabbana dan Uniqlo merilis koleksi modest wear, kini giliran retailer fesyen asal Inggris, Debenhams yang mengumumkan kerjasama dengan Aab, merek busana muslim ternama di Inggris.

Direktur Pemasaran Internasional Debenhams, Jeanette Whithear mengatakan mereka akan memperkenalkan Aab ke beberapa store pilihan yang berada di Inggris. Sedangkan koleksinya akan siap dipasarkan mulai Mei 2017 mendatang.

Foto: Cosmopolitan

Cosmopolitan melaporkan koleksi modest wear ini akan diluncurkan pertama kali di Timur Tengah dan Asia Pasific. Serta Debenhams yang berada di Oxford, London. Selanjutnya busana ini akan dipsarkan di toko yang berada di wilayah Inggris lainnya seperti di Bullring di Birmingham, Westfield di Shepherd Bush dan Trafford Center di Manchester dan Leicester.

“Kami akan menambahkan fashion berkualitas tinggi ke dalam produk kami dan menawarkan koleksi yang sangat relevan baik di pasar internasional maupun pelanggan domestik. Sehingga kami memberi penawaran untuk melayani kebutuhan pelanggan yang lebih luas,” terang Jeanette seperti dilansir dari Albawaba.

Rencananya Debenhams akan menawarkan berbagai pakaian untuk muslimah dalam potongan atasan, gaun, jumsuit, outer kimono, pin hijab dan topi. Serta tak ketinggalan hijab yang berbentuk seperti syal, untuk melengkapi kebutuhan hijaber di seluruh dunia.

Masuknya penjual busana muslim dalam departement store global tentu menjadi kabar yang sangat baik untuk tren busan muslim ke depan. Bahkan, diprediksi akan semakin pesat dan mencapai lebih dari $327bn pada tahun 2020 mendatang.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy