Batik Ibu Negara di Pilkada DKI

JAKARTA – Moment Pilkada tak harus melulu bicara politik. Di dunia fashion penampilan para pejabat negara menjadi hal paling menarik dibicarakan. Salah satunya adalah gaya busana Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana. Dibalik sosoknya yang sederhana, Jokowi dan Iriana kerap tampi serasi.

Dalam balutan blouse berwarna cokelat dan kain batik, Ibu Kahiyang Ayu ini mendampi sang suami Presiden Jokowi saat nyoblos di TPS. Iriana terlihat elegan dalam padu-padan warna cokelat. Blouse ini memiliki cutting longgar dan kerah cheongsam. Untuk bawahan, Iriana memadukannya dengan kain batik bernuansa coklat senada dengan kemeja batik sang Presiden.

Melengkapi penampilannya, Iriana terlihat membawa kipas berwarna hitam. Penampilannya semakin manarik dengan riasan natural yang fokus pada bibir. Lipstik bernuansa fushia menjadi pilihannya. Iriana Jokowi juga menata ramputnya rapi.

Bukan hal baru jika Ibu Negara selalu mengundang decak kagum dengan batiknya. Iriana bahkan pernah dipuji langsung oleh Ratu Denmark yakni Ratu Margrethe II. Sang Ratu Denmark sampai perlu menanyakan khusus batik Iriana kepada Presiden Joko Widodo.

Kala itu, Iriana mengenakan kebaya Jawa berwarna oranye, dipadu batik klasik bercorak lereng lengkap selendang yang diselempangkan di bahu kanan.

Di beberapa kesempatan, Iriana juga sangat akrab dengan busana batik. Salah satunya adalah ketika ia menemani istri perdana menteri Jepang, Shinzo Abe belajar membatik di istana Bogor beberapa waktu lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.