Terkait Pengungsian Rohingya, Sekjen PBB Sebut Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis

0
345
Anak-anak Rohingya yang meninggal setelah kehabisan napas saat menyebrangi sungai menuju perbatasan Bangladesh menghindari kekejaman militer Myanmar. (foto:NRT)

NEW YORK – Sekretaris Jendral (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres  menyebut apa yang terjadi dengan Muslim Rohingya dengan lebih dari sepertiga warga minoritas di negara bagian Rakhine, Myanmar tersebut harus mengungsi sebagai sebuah tindakan pembersihan etnik (ethnic cleansing).

Hal itu disampaikan Guterres dalam siaran persnya di New York, Rabu (13/9) waktu setempat. Dan ia meminta pihak berwenang di Myanmar untuk menghentikan aksi militer, mengakhiri kekerasan, dan menegakkan hukum serta mengakui hak untuk kembali bagi semua yang sudah meninggalkan negara itu.

“Ketika sepertiga penduduk Rohingya harus meninggalkan negara, bisakah Anda menemukan kata yang lebih baik untuk menggambarkannya.” kata Guterres, menjawab pertanyaan awak media apakah benar yang terjadi di Myanmar sebagai ethnic cleansing.

Sebagaimana diketahui sejak operasi militer dilakukan tentara Myanmar ke Rakhine akhir bulan lalu, ratusan ribu Muslim Rohingya dipaksa meninggalkan rumah dan desa mereka, menyelamatkan diri mengungsi ke perbatasan Myanmar-Banglades.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah mengadakan pertemuan pada Rabu (13/9) dan mengeluarkan pernyataan mengecam “serangan awal atas pasukan keamanan dan kekerasan (yang terjadi) setelahnya”.

Dalam pernyataan Dewan Keamanan PBB tersebut juga disampaikan “keprihatinan atas laporan-laporan tentang kekerasan yang berlebihan selama operasi militer” dan menyerukan “langkah mendesak untuk mengakhiri kekerasan di Rakhine” serta “menjamin perlindungan para warga sipil”.

Dewan Keamanan dalam pernyataannya juga meminta persoalan pengungsi agar segera diselesaikan. (Reuters/Arif R/Hrn)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Jusuf Kalla

Wapres: Tahun Politik Tak Perlu Dikhawatirkan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tahun politik menjelang Pemilu 2019 tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena Pemerintah sudah berpengalaman menghadapi pesta demokrasi lima...
ganjar pranowo

Ganjar: Pilkada Jateng Bebas Gesekan

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meyakini Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Tengah atau disebut Pilkada Jateng pada 2018 berlangsung aman dan bebas...

TKA di Nunukan Didominasi Warga Malaysia

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami peningkatan pada 2017 dengan dominasi warga berasal dari Malaysia. Kepala Seksi Pengawasan dan...
bpom

BPOM-ITS Kerja Sama Pengawasan Obat dan Makanan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, untuk meningkatkan pengawasan...
OSO-Wiranto

Hanura Harap OSO-Wiranto Kompak Selamatkan Partai

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Tridianto mengatakan seluruh kader partainya berharap Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) dan Ketua...
loading...
KH Luthfi Bashori

Tatkala Maut Menjemput

Tatkala maut akan menjemput kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Teringat Nabi Dawud dalam gubahan kisah ringan, tatkala Beliau dikunjungi malaikat Izrail, maka terjadilah...

Mungkinkah Seruji Sebagai Media Masyarakat Wakaf?

Masyarakat Wakaf merupakan salah satu fundamental terciptanya instrumen ekosistem wakaf sebagai solusi percepatan pembangunan termasuk bidang pembangunan media online bagi ummat. Hingga hari ini wacana...
ujaran kebencian

UU ITE (perlu) Direvisi?

Dalil ujaran kebencian yang kerap digunakan polisi secara serampangan berpotensi menimbulkan persepsi negatif kepada pemerintah. Seakan-akan pemerintah melalui polisi sedang membungkam kritik dan kelompok...