Sudirman: Jika Tangkap Teroris Cepat, Tentu Polisi Juga Bisa Cepat Tangkap Akun Penyebar Fitnah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut dua, Sudirman Said berencana akan melaporkan pihak-pihak yang memfitnah dirinya dan calon Wakil Gubernur Ida Fauziyah, ke kepolisian.

Hal itu dilakukan menyikapi beredarnya fitnah perselingkuhan yang dialamatkan kepada Sudirman Said dan Ida Fauziyah oleh akun anonim di twitter dengan nama @kakekdetektif pada 17 Juni lalu.

“Kita akan ke kepolisian. Jika menangkap teroris bisa cepat, tentu untuk menangkap orang di balik akun-akun ini, polisi juga bisa,” ujar Sudirman dalam konferensi pers di sebuah hotel di Semarang, Rabu (20/6).

Dalam konferensi pers yang dihadiri pasangan calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut dua dan tim kampanyenya ini, Ida Fuziyah sempat menangis saat mengungkapkan perasaannya menghadapi fitnah perselingkuhannya dengan Sudirman Said.


“Tulisan itu sangat keji. Saya punya keluarga, punya suami, punya organisasi yang saya jaga kehormatannya. Bukan begini cara berpolitik yang becik tur nyenengke,” ujar Ida dengan terisak.

Baca juga: Sudirman Ungkap Keterlibatan Petinggi Partai Pengusung Ganjar Terkait Video Fitnah

Menurut Politikus PKB ini, fitnah keji tersebut telah menodai pesta demokrasi yang sedang berlangsug di Jawa Tengah.

“Dalam prinsip saya, politik itu harus memberi kebahagiaan. Kita bergerak dengan dorongan keluarga. Jangan sampai kegembiraan rakyat Jawa Tengah dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca juga: Ida Fauziyah: Fitnah Dilakukan Secara Sistematis dan Terencana Lewat Sosial Media

Fitnah perselingkuhan antara Sudirman dan Ida Fuziyah, diunggah akun anonim bernama @Kakekdetektif pada tanggal 17 Juni lalu di twitter, dengan menyebut tempat kejadian di Hotel Novotel, Semarang. Akun tersebut juga mengklaim, memiliki bukti video, malam-malam Sudirman masuk ke kamar yang ditempati Ida jelang debat Pilgub Jateng.

(ARif R/Hrn)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Perluasan Ganjil-Genap Hari Pertama: Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun

"Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran mereka, di mana Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, semalam saya lihat di rilisnya sudah turun jadi peringkat ke 9," ujar Syafrin

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi