Sudirman Ungkap Keterlibatan Petinggi Partai Pengusung Ganjar Terkait Video Fitnah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyebut adanya oknum petinggi partai pengusung petahana yang diduga berada di belakang beredarnya video fitnah di media sosial tentang seseorang yang mengaku keponakannya dan menjelek-jelekkan dirinya.

“Dalam video itu ada dua orang, yang satu mengaku sebagai keponakan saya, yang satunya lagi memprovokasi,” kata Sudirman saat menggelar konferensi pers bersama calon Wakil Gubernur Ida Fauziyah di sebuah Hotel di Semarang, Rabu (20/6).

Konferensi pers digelar dengan masifnya serangan fitnah yang ditujukan kepada pasangan nomor urut 2 Pilgub Jateng, Sudirman-Ida Fauziyah menjelang hari pemungutan suara pada tanggal 27 Juni mendatang. Selain kasus video fitnah, juga tuduhan perselingkuhan yang disebarkan sebuah akun di twitter @kakekdetektif.

Menurut Sudirman, yang menjadi perhatian dalam video itu yakni lokasi pengambilan gambar yang berada di depan salah satu kantor sekretariat partai pengusung petahana, calon Gubernur nomor urut 1 Ganjar Prabowo.

Selain itu, pada akhir video yang berdurasi sekitar 4 menit tersebut, juga terlihat ajakan oleh orang yang mengaku sebagai keponakan Sudirman Said itu untuk memilih pasangan nomor urut 1.

Baca juga: Sudirman: Jika Tangkap Teroris Cepat, Tentu Polisi Juga Bisa Cepat Tangkap Akun Penyebar Fitnah

Diungkapkan oleh Sudirman, bahwa orang yang ada dalam video yang beredar usai Lebaran tersebut berhasil ditelusuri.

“Orang-orang berhasil kami temukan dan ditanyai latar belakangnya,” jelas mantan Menteri ESDM ini.

Berdasarkan pengakuan dua orang yang ada di video tersebut, katanya, perekaman gambar diperintahkan oleh oknum petinggi partai pengusung petahana berinisial H.

“Kami sudah minta keterangan, mereka juga sudah minta maaf,” katanya.

Sudirman menyayangkan cara-cara kotor yang dilakukan untuk merusak pilkada yang demokratis ini. Ia meyakini video tersebut dibuat oleh tangan-tangan profesional.

Baca juga: Ida Fauziyah: Fitnah Dilakukan Secara Sistematis dan Terencana Lewat Sosial Media

Berkaitan dengan maraknya fitnah dan berita bohong yang beredar di media sosial tentang Sudirman Said-Ida Fauziyah, ia menyayangkan sikap diam aparat yang berkaitan dengan pilkada ini.

“Tidak ada upaya dari aparat yang berwenang untuk mencegahnya, padahal fitnah ini dilakukan oleh akun yang sama secara berulang,” tukasnya. (ARif R/Hrn)

31 KOMENTAR

  1. Yg sy heran mosok hanya ditelusuri dan setelah ketemu minta katanya maaf terus selesai….mestinya kalau ada hal atau berita yg mencemarkan nama baik laporkan ke kepolisian jangan malah bilang kepolisian ndak tanggap tidak menindak seakan jadi polisi yg salah…..lha sampeyan ki sopo kalau orang jawa bilang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER