Resmi! Gus Ipul Cagub dan Azwar Anas Cawagub Jatim dari PDI Perjuangan

5
220
Gus Ipul - Anas
Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul (kiri) dan Abdullah Azwar Anas (kanan) resmi diusung PDI Perjuangan sebagai cagub dan cawagub Jatim pada pilkada serentak tahun 2018. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PDI Perjuangan memutuskan mengusung Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jawa Timur pada pilkada serentak tahun 2018.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan kedua nama tersebut pada Rapat Koordinasi Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur di kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, Ahad (15/10).

Menurut Megawati, kepada Syaifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas, memiliki kinerja yang baik sebagai wakil gubernur Jawa Timur dan sebagai bupati Banyuwangi.

“Syaifulah dan Anas juga komit untuk membangun bangsa dan negara,” katanya.

Megawati menjelaskan, dirinya sudah kenal lama dengan Syaifullah, ketika Megawati menjadi wakil presiden dan KH Abdurrahman Wahid sebagai presiden.

Syaifullah Yusuf adalah salah satu keponakan dari almarhum KH Abdurrahman Wajid atau Gus Dur.

Megawati juga melihat Syaifullah memiliki karir di organisasi maupun pemerintahan.

Syaifullah pernah menjadi ketua umum GP Ansor serta pernah menjadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Terhadap Abdullah Azwar Anas, Megawati juga melihatnya sebagai figur yang memiliki kinerja baik serta komitmen terhadap pembangunan bangsa dan negara.

“Anas adalah figur pemuda, yang charming, lincah, dan kreatif,” katanya.

Selama memimpin di Kabupaten Banyuwangi, Mega melihat, Anas menjalankan amanah trisakti dari proklamator RI Soekarno.

Salah satu wujud konkret ajaran trisakti itu, katanya, Anas melarang berdirinya mall dan hypermarket, guna menumbuhkan pasar rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga menegaskan, baik kepada pasangan calon kepala daerah maupun struktur PDI Perjuangan, untuk solid mendukung pasangan kepaa daerah dari PDI Perjuangan pada pilkada Jawa Timur. (Ant/SU02)

loading...

5 KOMENTAR

  1. Kenapa bukan risma, karena risma nolak mega.. meski udah tele konferens antara emak2 dg emak2.. hha
    Alhamdulillah risma masih punya hati nurani yg lurus.
    Semoga kalah dunia akhirat ubtuk semua gerbong penista agama

  2. Ingat seluruh sepak terjang partai ini. Satupun tak ada yg membangun tapi menghancurkan. Partai berada di garda depan memusuhi Islam dan menyebar luaskan PKI. Partai ini sangat piawai dlm menjarah uang negara (korupsi) dan mengobral asset negara. Apapun omongan dan jargonnya, semua hanyalah manis dimulut dan sarat dg tipuan. Umat Islam jangan pilih lagi partai ini. Takbir…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

Lima Bakal Caleg DPR Ditemukan KPU Merupakan Mantan Koruptor

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan lima bakal calon anggota Legislatif (Bacaleg) DPR yang didaftarkan partai politik merupakan mantan narapidana kasus korupsi. "Berdasarkan...

Fasilitas Tidak Standar di Sukamiskin Dibenarkan Dirjen PAS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami membenarkan adanya fasilitas bagi narapidana korupsi yang tidak sesuai standar di...
Febri Diansyah

Kalapas Sukamiskin Diketahui Terang-Terangan Minta Mobil dan Uang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein secara terang-terangan meminta mobil, uang dan sejenisnya...
kpk, komisi pemberantasan korupsi

KPK Temukan Penyalahgunaan Fasilitas Berobat di Sukamiskin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menemukan dugaan penyalahgunaan fasilitas berobat narapidana dalam proses penanganan kasus di Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. "Kami...

Dugaan Narapidana Sukamiskin Keluar Lapas Sedang Didalami Kemkumham

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) mendalami adanya dugaan narapidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dapat masuk dan keluar lapas dengan...