Menteri Luar Negeri Retno Mersudi mengungkapkan bahwa pada kloter pertama itu ada 34 ton, dimana 20 ton berupa beras saja dan sisanya gula dan pangan lainnya.
Menurut Retno, bantuan pangan dan logistik dapat bertambah mengingat banyaknya pihak yang ingin bersumbangsih bagi pengungsi Rohingya.
Dia menambahkan bantuan pertama seluruhnya berasal dari pemerintah, baik kementerian maupun lembaga.
Sejumlah bahan pangan, logistik serta tenda darurat dan tanki air darurat diangkut menggunakan empat pesawat C130 Hercules milik TNI AU.
“Dalam hal kemanusiaan, pemerintah selalu bersinergi dengan banyak pihak karena banyak yang menyampaikan ingin berkontribusi, baik dari pemda, swasta dan organisasi kemanusiaan serta banyak pihak lain,” ujar Retno.
Pantauan di lapangan, suasana di Lanud Halim disibukkan oleh sejumlah anggota Paskhas TNI AU yang menaikkan barang-barang bantuan ke pesawat Hercules.
