Polisi Kerahkan Ratusan Personel Amankan Pilgub Jateng

BANJARNEGARA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Banjarnegara akan menyiagakan sekitar 435 personel untuk mengamankan jalannya Pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Personel yang diturunkan untuk pengamanan TPS ada sekitar 435 orang,” kata Kabag Ops Polres Banjarnegara Kompol Fauzan Widiarto di Banjarnegara, Senin (25/6).

Dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan termasuk membuat pemetaan terkait pengamanan pemilihan gubernur.

“Pemetaan sudah dilakukan, sementara ini wilayah rawan konflik di Banjarnegara belum ada, namun kami memberikan perhatian lebih terhadap TPS yang lokasinya jauh,” katanya.

Tempat pemungutan suara berlokasi jauh yang dimaksud, antara lain, di Desa Kalisat Kidul, Kecamatan Kalibening, sebanyak tujuh TPS.

Selain itu, di Desa Pingit Lor, Kecamatan Pandanarum, sebanyak enam TPS. Selain itu juga, di Desa Pasurenan, Kecamatan Batur sebanyak lima TPS.

Sebelumnya, Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei menegaskan pihaknya siap mengamankan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2018.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Kapolres Banjarnegara mengingatkan, agar situasi tetap kondusif, maka setiap permasalahan yang ada di tengah masyarakat, dapat diselesaikan dengan jalan damai.

Sementara itu, KPU Banjarnegara, menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jawa Tengah sebanyak 768.585 orang dengan jumlah tempat pemungutan suara sebanyak 1.894 unit. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Selesai ?

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.