Pengamat: Kebijakan Trump Atas Yerusalem Rugikan AS

0
98
Trump dibakar
Protes kebijakan Trump atas pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel, massa aksi membakar bendera AS, foto Trump dan Netanyahu. (foto:NBC News)

JEMBER, SERUJI.CO.ID – Pengamat politik hubungan internasional Universitas Jember Abubakar Eby Hara mengatakan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dapat berdampak merugikan negeri Paman Sam tersebut dari berbagai sektor.

“Pernyataan Trump itu tentu memiliki dampak yang luas dan bisa berdampak buruk bagi Amerika Serikat, baik di sektor politik maupun ekonomi,” katanya di Kampus Universitas Jember, Jawa Timur, Jumat (15/12).

Pengakuan Trump atas Yerusalem itu, lanjut dia, merupakan pemenuhan janji politiknya saat kampanye dulu yakni akan mendukung penuh kelompok Yahudi atas konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung lama.

Memang secara militer, Israel bisa mengambil alih Yerusalem sebagai Ibu Kota, namun secara hukum dan dunia internasional mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina, sehingga kebijakan Trump mendapat reaksi keras dari berbagai negara.

Menurutnya dunia internasional termasuk negara sekutu AS juga mengecam pernyataan Trump terkait pengalihan ibu kota Israel tersebut, sehingga hal itu bisa mempengaruhi kerja sama AS dengan berbagai negara dalam berbagai sektor.

“Selain itu, kebijakan Amerika Serikat yang melarang sejumlah negara Islam masuk ke negaranya juga semakin berdampak buruk secara perlahan-lahan di era pemerintahan Donald Trump tersebut,” tuturnya.

Ia mengatakan kepemimpinan Trump sering kali mengeluarkan kebijakan yang kontroversial dan terkesan sewenang-wenang, sehingga mematik reaksi keras dari warga Amerika Serikat sendiri, bahkan isu pemakzulan atau “impeachment” juga gencar.

“Secara psikologi politik, biasanya orang yang ingin menonjol dan mendapat perhatian akan melakukan tindakan yang tidak semestinya atau kontroversi, sehingga saya menilai Trump ingin mendapatkan ‘panggung’ politik di dunia internasional pascamenurunnya legitimasi kepemimpinannya,” katanya.

Sebelumnya Presiden Jokowi usai menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan Indonesia juga mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat memindahkan perwakilannya ke Yerusalem. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Tangkap Pengemudi Ojek Online Lakukan Pencabulan

KUTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, berhasil membekuk tersangka, Basid (19) yang bekerja sebagai pengemudi ojek online karena melakukan pencabulan...

Gregoria Mariska Berhasil Taklukkan Perancis

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Gregoria Mariska dapat menyelesaikan tugasnya sebagai pembuka kemenangan pada pertandingan penyisihan Grup D Piala Uber melawan Perancis di Impact Arena, Bangkok,...

Peternak Lele Terima Bantuan Empat Kolam Bioflok

BATURAJA, SERUJI.CO.ID - Peternak lele di Kelurahan Talang Jawa, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menerima bantuan empat kolam bioflok guna mendukung budi daya...

Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Ketegangan Geopolitik

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Harga minyak dunia meningkat pada akhir perdagangan Senin (21/5) waktu setempat (Selasa pagi WIB), karena beberapa ketegangan geopolitik tentang Iran dan...
bus

Damri Sediakan Bus Mudik Gratis Mataram-Surabaya

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Perum Damri menyediakan dua unit bus rapid transit atau BRT untuk mengangkut sebanyak 90 pemudik secara gratis dari Mataram, Nusa Tenggara...