FOKUS

Penangkapan Pimpinan Aksi 313, Fahira: Tindakan Polisi Berlebihan

4
458
Relawan Bang Japar bersama Senator Jakarta Fahira Idris dan Cawagub Sandiaga Uno. (foto: Istimewa)

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Fahira Idris menyayangkan penangkapan ulama yang menjadi penggerak Aksi 313 oleh pihak kepolisian dengan tuduhan makar.

Menurut Fahira, dalam era demokrasi saat ini, tuduhan makar yang dialamatkan Polisi kepada ulama penggerak aksi 313 tidak dapat diterima akal sehat.

“Tindakan polisi ini terlalu berlebihan, dan tidak perlu sama sekali, para ulama yang menjadi penggerak Aksi 313 tidak punya kekuatan apalagi kekuasaan untuk menggulingkan pemerintahan,” kata Fahira dalam pesan tertulis yang diterima SERUJI hari ini, Jumat (31/3).

Lebih lanjut Fahira mengingatkan agar Polisi jangan terlalu mudah menuduh setiap gerakan yang ingin menyampaikan aspirasi dan memprotes kebijakan pemerintah sebagai gerakan makar. “Kita ini hidup diera demokrasi, bisa kacau negeri ini. Kita mundur lagi ke era lama,” jelasnya.

“Saya minta polisi bijak dalam persoalan ini, jika tidak terbukti segera bebaskan para ulama yang ditangkap,” ujar Senator asal Jakarta ini.

Fahira berharap Polisi juga harus memahami psikologis massa, bahwa tindakan penangkapan bisa memacu keresahan umat. Namun ia berpesan kepada para peserta aksi 313 untuk tertib, damai, menjaga marwah umat.

“Jangan terpancing dengan penangkapan para ulama. Kita bela para ulama yang ditangkapi ini dengan cara-cara yang beradab melalui jalur hukum,” tutup Fahira.

Sebagaimana diketahui pada Jumat (31/3) dini hari, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath yang juga Koordinator Aksi 313 ditangkap Polisi bersama 4 pimpinan aksi lainnya dengan tuduhan dugaan permufakatan makar. Hingga pukul 18.00 WIB polisi masih menahan Al-Khaththath walau ada permintaan dari FUI untuk membebaskan sebelum pukul 18.00 WIB.

EDITOR: Harun S

loading...

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Diduga Ada ASN Dukung Gus Ipul, Ini Komentar Mantan Sekdaprov Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Munculnya postingan foto Asisten II Sekdaprov Jatim Fattah Yasin bersama beberapa orang termasuk mantan Gubernur Jatim Imam Utomo dan salah satu...

Tabung Elpiji Meledak di Bandung, 14 Orang Luka

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Tabung gas berukuran tiga kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan di Gang Marsadi, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung, dan melukai...

Korban Dukun Cabul di Sukabumi Terus Bertambah

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Hasil pemeriksaan anggota Polsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat korban dukun cabul AR (43) warga Ciaul, Kota Sukabumi terus bertambah hingga...
Penggelapan dana

Kejaksaan Jatim Dalami 15 Anggota Dewan Terlibat P2SEM

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) mendalami keterlibatan 15 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim periode 2004 - 2009 dalam...
tewas

Seorang Wanita Tewas Diduga Keracunan Minuman

RANTAU, SERUJI.CO.ID - Seorang wanita muda berinisial HS berusia 18 tahun warga Desa Bakau, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, meninggal dunia diduga karena...