Penangkapan Pimpinan Aksi 313, Fahira: Tindakan Polisi Berlebihan

4
500
  • 37
    Shares
Relawan Bang Japar bersama Senator Jakarta Fahira Idris dan Cawagub Sandiaga Uno. (foto: Istimewa)

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Fahira Idris menyayangkan penangkapan ulama yang menjadi penggerak Aksi 313 oleh pihak kepolisian dengan tuduhan makar.

Menurut Fahira, dalam era demokrasi saat ini, tuduhan makar yang dialamatkan Polisi kepada ulama penggerak aksi 313 tidak dapat diterima akal sehat.

“Tindakan polisi ini terlalu berlebihan, dan tidak perlu sama sekali, para ulama yang menjadi penggerak Aksi 313 tidak punya kekuatan apalagi kekuasaan untuk menggulingkan pemerintahan,” kata Fahira dalam pesan tertulis yang diterima SERUJI hari ini, Jumat (31/3).

Lebih lanjut Fahira mengingatkan agar Polisi jangan terlalu mudah menuduh setiap gerakan yang ingin menyampaikan aspirasi dan memprotes kebijakan pemerintah sebagai gerakan makar. “Kita ini hidup diera demokrasi, bisa kacau negeri ini. Kita mundur lagi ke era lama,” jelasnya.

“Saya minta polisi bijak dalam persoalan ini, jika tidak terbukti segera bebaskan para ulama yang ditangkap,” ujar Senator asal Jakarta ini.

Fahira berharap Polisi juga harus memahami psikologis massa, bahwa tindakan penangkapan bisa memacu keresahan umat. Namun ia berpesan kepada para peserta aksi 313 untuk tertib, damai, menjaga marwah umat.

“Jangan terpancing dengan penangkapan para ulama. Kita bela para ulama yang ditangkapi ini dengan cara-cara yang beradab melalui jalur hukum,” tutup Fahira.

Sebagaimana diketahui pada Jumat (31/3) dini hari, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath yang juga Koordinator Aksi 313 ditangkap Polisi bersama 4 pimpinan aksi lainnya dengan tuduhan dugaan permufakatan makar. Hingga pukul 18.00 WIB polisi masih menahan Al-Khaththath walau ada permintaan dari FUI untuk membebaskan sebelum pukul 18.00 WIB.

EDITOR: Harun S

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU