Mimpi Ditemui Almarhum Abahnya, Kiai Qusyairi Berbalik Dukung Gus Ipul-Puti

0
284
  • 35
    Shares
Pengasuh Pondok Sabilul Huda, Gadu Barat, Gading, Sumenep, KH Quasyairi Zaini, Saat memberi sambutan dihadapan Cagub Jatim Gus Ipul, Selasa (27/3/2018).(foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Mimpi adalah bunga tidur, namun mimpi juga bisa dimaknai sebuah amanah yang diberikan seorang yang telah tiada. Kisah inilah yang dialami Pengasuh Pondok Pesanteran Sabilul Huda, Gadu Barat Ganding, Sumenep, KH Quasyairi Zaini.

Dalam kunjungan Gus Ipul di Pondok Sabilul Huda, KH Quasyairi mengatakan meski sebelumnya sempat menorehkan dukungannya kepada paslon nomor satu Khofifah-Emil, namun setelah menjalani shalat istikharah dan mimpi bertemu ayahnya KH Muhamamd Zaini Muntaha yang satu tahun lalu telah meninggal, maka dukungan berbalik ia berikan kepada Gus Ipul-Puti.

“Menariknya adalah cerita di balik perpindahan dukungan itu, berawal dirundung kegamangan soal menjatuhkan dukungan kepada siapa. Sebab, baik Gus Ipul maupun Khofifah keduanya merupakan kader terbaik NU, lalu saya melakukan shalat istikharah beberapa kali, dan terjawab melalui berbagai isyarat,” terang Kyai Qusyairi saat bertemu Gus Ipul, di Sumenep, Selasa (27/3).

Suatu ketika, lanjutnya, ia bermimpi menaiki sebuah gunung. Dari kejauhan, terlihat sosok menaiki kuda putih. Setelah dekat, barulah diketahui, sosok berkuda itu tidak lain Gus Ipul. Di belakangnya, terlihat banyak orang.

“Saya pikir saat itu, hanya kebetulan saja. Untuk meyakinkannya, saya kembali shalat istikharah,” katanya.

Benar saja, justru tidak tanggung-tanggung, yang hadir dalam mimpinya ialah almarhum orang tuanya yang meninggal sertahun lalu, KH Muhamamd Zaini Muntaha. Mendiang ayahnya itu menyerahkan selembar kertas.

“Nak, pulanglah dan baca kertas itu,” pesan sang ayah.

Sesampainya di rumah dalam mimpi itu, Kyai Qusyairi kaget ternyata gambar Gus Ipul terlihat dalam wasiat itu.

Masih ingin mencari hal yang dapat menambah keyakinannya, ia akhirnya sowan ke guru-gurunya sewaktu masih menjadi santri. Ternyata mereka menganjurkannya untuk mendukung Gus Ipul. Alasannya, Gus Ipul didukung oleh Jumhurul Ulama di Jawa Timur.

“Inilah alasan saya memindahkan dukungan saya ke Gus Ipul. Dan saya mengajak masyarakat sekitar untuk ikut mendukung Gus Ipul,” ungkapnya.

Mendengar dukungan ini, Gus Ipul sangat bersyukur dan berterima kasih. Menurutnya, ini menjadi modal besar baginya untuk mendulang suara optimal di salah satu daerah di Pulau Garam ini.

Selain itu, ia juga menyampaikan dirinya bersama Puti Guntur Soekarno telah meluncurkan program khusus guna mendorong pembangunan di Pulau Madura. Keempat Kabupatennya bakal menerima dana tambahan Rp 1 miliar tiap tahunnya.

“Dengan tujuan untuk mendorong pembangunan infrastrukrur dan aksesbilitas layanan dasar kesehatan maupun pendidikan,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU