Mahasiswa Pagaralam Gelar Aksi Solidaritas Untuk Muslim Rohingya

PAGARALAM  – Sekitar 200 orang Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pagaralam dan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Pagaralam mengelar aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya, hari ini, Jumat (15/9).

Aksi Solidaritas tersebut di awali dengan Long march dari Alun Alun Utara, menuju Pasar Dempo Permai, kota Pagaralam, dengan membawa spanduk dan kotak dari kardus untuk melakukan penggalangan dana, baik dari pengendara maupun masyarakat yang lewat.

Selain penggalangan dana, juga dilakukan Sholat Ghaib dan Do’a bersama MUI dan Masyarakat Pagaralam.

Koordinator Aksi Alip Kamaron melalui Koordinator Lapangan Supian Hadi mengatakan aksi ini adalah bentuk solidaritas terhadap sesama Muslim di Rohingya.

“Aksi diikuti oleh 200 orang mahasiswa dari STIT dan STEBIS Kota Pagaralam. Dalam aksi tersebut dilakukan pengalangan dana dan Sholat Ghaib bersama masyarakat dan MUI Kota Pagaralam,” ujarnya.

Ditambahkan Supian, dalam Aksi yang dilaksanakan tersebut terkumpul dana sebesar Rp 16.549.000.

“Dana yang terkumpul akan disalurkan langsung ke Rakhine Myanmar, melalui Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pusat,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Pagaralam AKBP Dwi Hartono melalui Kabag Sumda Kompol Budi Yuspandi, SH mengatakan Polres Pagaralam telah menerjunkan 100 Personil meliputi Shabara, Intel, Reskrim dan Satlantas untuk mengawal Aksi Solidaritas tersebut.

“Alhamdulilah, sampai aksi selesai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) aman terkendali,” tandasnya. (Lian/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER