KPU Sumenep Validasi Baliho Pilkada Jatim

SUMENEP, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumenep, Madura, mengundang perwakilan tim pemenangan pasangan calon untuk memvalidasi baliho Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018 “Ini untuk memastikan gambar dan tulisan dalam konsep baliho yang disiapkan oleh kami sudah disepakati dan tidak masalah bagi tim pemenangan pasangan calon,” kata Ketua KPU Sumenep, A Warits di Sumenep, Rabu (11/4).

Setelah disepakati oleh tim pemenangan pasangan calon, katanya, baliho tersebut akan dicetak oleh mitra kerja KPU Sumenep dan selanjutnya didistribusikan dan dipasang di tempat strategis.

Perwakilan tim pemenangan pasangan calon diminta membubuhkan tanda tangan sebagai simbol sekaligus bukti telah sepakat dengan konsep baliho yang telah disiapkan KPU.

Validasi baliho Pilkada Jatim 2018 di KPU Sumenep dihadiri perwakilan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat.

Sebelumnya, KPU Sumenep telah memvalidasi alat peraga kampanye (APK) lainnya, yakni spanduk dan umbul-umbul, serta mengundang perwakilan tim pemenangan pasangan calon dan panwaslu.

“Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pemasangan APK Pilkada Jatim 2018, termasuk baliho di Sumenep oleh mitra kerja kami sudah tuntas paling lambat pada 26 April 2018,” kata Warits.

Pilkada Jatim 2018 yang akan digelar pada 27 Juni 2018 diikuti oleh dua pasang calon gubernur-wakil gubernur, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di nomor urut 1 dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di nomor urut 2. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER