KPU Beberkan Alasan Beri Pertanyaan ke Paslon Sepekan Sebelum Debat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Pramono Ubaid Tanthowi membeberkan alasan mengapa pihaknya memberikan materi pertanyaan debat pada kedua pasangan calon (paslon) sepekan sebelum debat capres berlangsung. Menurut Pramono hal itu dilakukan guna mengembalikan debat ke khitahnya (tujuan dasarnya).

Pramono menyebut, mekanisme pemberian pertanyaan itu dilakukan setelah mereka mencapai kesepakatan dengan tim sukses masing-masing paslon.

“Memberikan kisi-kisi soal kepada paslon seminggu sebelum debat capres adalah untuk mengembalikan debat ke khitahnya, yakni sebagai salah satu metode kampanye yang diatur oleh UU. Kampanye sendiri menurut UU Pemilu adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program dan atau citra diri peserta pemilu,” kata Pramono dalam keterangan tertulis yang diterima, Ahad (6/1).

Pramono yakin dengan memberikan pertanyaan sebelum debat capres dimulai maka gagasan oleh paslon bisa lebih diuraikan dengan jelas dan utuh terkait visi dan misi jika terpilih.

Baca juga: KPU Kirim Soal ke Paslon Seminggu Sebelum Debat Perdana

“Dengan demikian yang dikedepankan adalah penyampaian gagasannya, bukan pertunjukan atau show-nya. Lagipula debat kandidat bukanlah acara kuis atau reality show yang penuh tebak-tebakan. Karena bukan itu substansinya. Toh, yang lebih dibutuhkan pemilih adalah gagasannya, visi-misinya bukan shownya,” ujarnya.

Walau memastikan debat bukan show, KPU bukan berarti mengabaikan aspek show tersebut. Debat kandidat adalah kegiatan yang disiarkan TV, karena itu, soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka. KPU pun akan mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup.

Untuk setiap segmen, KPU menggunakan metode setengah tertutup, dimana masing-masing paslon diberikan 5 soal yang sama dan masing-masing paslon akan diundi untuk mengambil salah satu di antara 5 soal itu.

“Jadi, bukan dikasih tahu satu soal seminggu sebelumnya, yang pasti akan ditanyakan dalam debat. Karena itu, setiap Paslon harus tetap menyiapkan diri dengan serius. Karena mereka tidak tahu, soal yang mana yang harus mereka jawab,” jelasnya.

Baca juga: Inilah Jadwal Lengkap Debat Capres-Cawapres Pilpres 2019

Nantinya, metode ini akan dilakukan untuk beberapa segmen dalam debat mendatang.

Selain itu, KPU juga akan menerapkan metode pertanyaan tertutup, dimana antar-paslon bisa saling mengajukan pertanyaan. Tentu pertanyaan yang sifatnya rahasia.

“Namun tidak boleh keluar dari tema utama debat perdana yaitu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme,” pungkasnya. (Ant/SU05)

8 KOMENTAR

  1. Awal nya visi&misi disampaikan oleh timses,,eh karena timses no urut 1 udah habis ketangkap semua oleh KPK&POLISI..
    Dan skarang pertanyaan dikasih sebelum debat,,karna wajarlah takut paslon no 1,,yang satu dungu yg satu lagi pikun,,,wkwkwkk
    Semua di atur pemerintah,,kalo hebat ngk papa,,dungu2 pulak
    Hancur negri ku,,,
    #2019 gantipresiden.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER