KPU Banjarnegara Tetapkan Daftar Pemilih Tetap

BANJARNEGARA, SERUJI.CO.ID –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah, menetapkan jumlah pemilih melalui Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jawa Tengah 2018 sebanyak 768.585 orang.

“Jumlah pemilih di kabupaten Banjarnegara yaitu 768.585 orang,” kata Komisioner KPU Banjarnegara, Khuswatun Khasanah di Banjarnegara, Senin (28/5).

Dia mengatakan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 1.894 unit.

“TPS tersebut nantinya akan tersebar di 20 kecamatan, 278 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.

Sementara itu, KPU Banjarnegara, kata dia, terus mengingatkan para pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk melakukan kampanye damai khususnya selama Ramadhan 1439 Hijriah.

Dia juga mengatakan pada saat ini KPU Banjarnegara terus mengintensifkan sosialisasi tahapan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut.

“Sosialisasi Pemilihan Gubernur 2018 terus dilakukan secara intensif termasuk selama bulan Ramadhan,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan sasaran pemilih pemula.

“Kami juga menggandeng musyawarah guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam kegiatan sosialisasi ini,” katanya.

Selain itu, kata dia, KPU Banjarnegara juga menggandeng kelompok-kelompok masyarakat dan organisasi dalam kegiatan sosialisasi.

“Kami menggandeng kurang lebih 30 kelompok, kami berharap informasi-informasi penting mengenai Pemilihan Gubernur Jateng 2018 dapat sampai ke masyarakat hingga di pedesaan,” katanya.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banjarnegara, tambah dia, kembali mengingatkan masyarakat setempat agar menggunakan hak suara pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jateng 2018. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.