Kondisi Tubuh Korban JT 610 Cenderung Semakin Buruk dari Hari ke Hari

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kondisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang diterima oleh tim “Disaster Victim Investigation” (DVI) Polri dari lokasi evakuasi di perairan Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, dari hari ke hari cenderung semakin buruk.

“Kondisi bagian tubuh hingga sekarang masih seperti sebelumnya, tapi ada kecenderungan lebih buruk,” kata Kepala tim DVI Polri, Kombes Pol Lisda Cancer saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (10/11).

Lisda menerangkan hal tersebut kemungkinan karena bagian tubuh korban terlalu lama terendam di dalam air sehingga ada kerusakan.

“Walau demikian ada beberapa yang kondisinya masih cukup baik. Mudah-mudahan semuanya masih bisa diperiksa,” ujarnya.

Kendati demikian, Lisda mengatakan kerusakan bagian tubuh jenazah korban kecelakaan Lion Air JT 610 karena terendam air adalah relatif namun tetap ada batas waktunya.
“Kami punya pengalaman waktu kasus Air Asia, satu setengah bulan di air itu masih bisa diperiksa DNA-nya,” ucapnya.

Kendati semakin hari kondisinya semakin buruk, Lisda menjelaskan masih bisa dilakukan tes DNA, hanya membutuhkan waktu lebih lama dan metode yang lebih rumit karena sampel yang didapatkan kondisinya tidak memungkinkan untuk melalui proses yang cepat.
“Sepanjang masih bisa diidentifikasi itu masih bisa,” ucapnya.

Lisda menambahkan bukan tidak mungkin ditemuinya jalan buntu tidak teridentifikasinya jenazah korban walau sidah mengambil data postmortem dan pemeriksaan sampel DNA, tim DVI akan memakamkannya dengan diberi “peta” keterangan terkait label bagian tubuh dan lokasi pemakaman.

“Dan jika suatu saat ada data tambahan antemortem dari keluarga yang ternyata cocok dengan data postmortem, selanjutnya terserah pada keluarga apakah akan tetap dimakamkan di lokasi itu atau dibawa. Namun mudah-mudahan di kasus ini tidak ada yang seperti itu,” kata Lisda menambahkan.

Hingga Jumat (9/11), tim DVI Polri dan dokter ahli forensik gabungan telah memeriksa 626 sampel asam deoksiribonukleat (DNA) yang diambil dari 194 kantung jenazah korban.

Tim gabungan sendiri sejauh ini telah berhasil mengidentifikasi 79 orang penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjungpakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) pagi. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

  1. Sudah pasti tubuh korban hancur-hancur, gimana mungkin diangkut ke atas semua, tak mungkin dikumpulkan setiap organ hingga utuh jadi sebuah tubuh untuk di makamkan. tidak mungkin dikumpulkan setiap organ untuk di identifikasi, itu buang-buang waktu. secepatnya saja di lakukan pelepasan dengan doa, biar para arwah bisa tenang di sana. sedih memang tapi keadaan tidak memungkinkan untuk mengumpulkan setiap jenazah karena itu ada di dasar lautan yang luas. dan posisi kecelakaan itu jatuhnya dari atas. pasrahkan saja, tinggal bagaimana pihak lion air bertanggung jawab untuk musibah ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER