Kondisi Tubuh Korban JT 610 Cenderung Semakin Buruk dari Hari ke Hari

1
67
  • 6
    Shares
Puing dari Lion Air JT 610 yang ditemukan di perairan Karawang, Senin (29/10/2018). (foto:Basarnas)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kondisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang diterima oleh tim “Disaster Victim Investigation” (DVI) Polri dari lokasi evakuasi di perairan Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, dari hari ke hari cenderung semakin buruk.

“Kondisi bagian tubuh hingga sekarang masih seperti sebelumnya, tapi ada kecenderungan lebih buruk,” kata Kepala tim DVI Polri, Kombes Pol Lisda Cancer saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (10/11).

Lisda menerangkan hal tersebut kemungkinan karena bagian tubuh korban terlalu lama terendam di dalam air sehingga ada kerusakan.

“Walau demikian ada beberapa yang kondisinya masih cukup baik. Mudah-mudahan semuanya masih bisa diperiksa,” ujarnya.

Kendati demikian, Lisda mengatakan kerusakan bagian tubuh jenazah korban kecelakaan Lion Air JT 610 karena terendam air adalah relatif namun tetap ada batas waktunya.
“Kami punya pengalaman waktu kasus Air Asia, satu setengah bulan di air itu masih bisa diperiksa DNA-nya,” ucapnya.

Kendati semakin hari kondisinya semakin buruk, Lisda menjelaskan masih bisa dilakukan tes DNA, hanya membutuhkan waktu lebih lama dan metode yang lebih rumit karena sampel yang didapatkan kondisinya tidak memungkinkan untuk melalui proses yang cepat.
“Sepanjang masih bisa diidentifikasi itu masih bisa,” ucapnya.

Lisda menambahkan bukan tidak mungkin ditemuinya jalan buntu tidak teridentifikasinya jenazah korban walau sidah mengambil data postmortem dan pemeriksaan sampel DNA, tim DVI akan memakamkannya dengan diberi “peta” keterangan terkait label bagian tubuh dan lokasi pemakaman.

“Dan jika suatu saat ada data tambahan antemortem dari keluarga yang ternyata cocok dengan data postmortem, selanjutnya terserah pada keluarga apakah akan tetap dimakamkan di lokasi itu atau dibawa. Namun mudah-mudahan di kasus ini tidak ada yang seperti itu,” kata Lisda menambahkan.

Hingga Jumat (9/11), tim DVI Polri dan dokter ahli forensik gabungan telah memeriksa 626 sampel asam deoksiribonukleat (DNA) yang diambil dari 194 kantung jenazah korban.

Tim gabungan sendiri sejauh ini telah berhasil mengidentifikasi 79 orang penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjungpakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) pagi. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

  1. Sudah pasti tubuh korban hancur-hancur, gimana mungkin diangkut ke atas semua, tak mungkin dikumpulkan setiap organ hingga utuh jadi sebuah tubuh untuk di makamkan. tidak mungkin dikumpulkan setiap organ untuk di identifikasi, itu buang-buang waktu. secepatnya saja di lakukan pelepasan dengan doa, biar para arwah bisa tenang di sana. sedih memang tapi keadaan tidak memungkinkan untuk mengumpulkan setiap jenazah karena itu ada di dasar lautan yang luas. dan posisi kecelakaan itu jatuhnya dari atas. pasrahkan saja, tinggal bagaimana pihak lion air bertanggung jawab untuk musibah ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU