Keputusan Trump Ungkap Kedok Asli AS

0
1948
Trump dibakar
Protes kebijakan Trump atas pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel, massa aksi membakar bendera AS, foto Trump dan Netanyahu. (foto:NBC News)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Donald Trump berulah lagi. Kali ini bukan hanya publik Amerika Serikat saja yang dia singgung, melainkan sebagian besar masyarakat di seluruh dunia, terutama umat Islam.

Dalam sebuah pidato yang disampaikan di Gedung Putih pada Rabu (6/12), Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Sementara presiden-presiden sebelumnya hanya membuat janji kampanye besar mengenai hal ini. Mereka gagal melakukannya. Hari ini, saya mewujudkannya,” ujar Trump.

loading...

Demi menunjukkan keseriusannya, Trump telah mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk mulai mengatur pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem yang menurut para pejabat berwenang akan memakan waktu setidaknya 3 tahun.

Dengan sikapnya tersebut, Trump telah jelas-jelas menantang dunia untuk melawan pemerintahannya karena tidak lama setelah pernyataan itu disiarkan, muncul kecaman dan reaksi keras, dari sekutu AS dan dunia Islam, terutama rakyat dan pemerintah Palestina.

Kedok

Konflik di tanah Palestina sesungguhnya telah dimulai sejak berabad-abad silam. Jika tarikh tersebut diawali dari berakhirnya Perang Dunia I pada tahun 1918, tampak jelas bahwa pada masa tersebut wajah Timur Tengah telah berubah. Sejak saat itu Inggris mengambil alih kendali atas wilayah Palestina dari Kesultanan Utsmaniyah hingga 1948 di bawah struktur “British-mandate Palestine” yang berarti Inggris memiliki wewenang untuk mengatur Palestina sebagai wilayah yang ditaklukkan.

Di bawah kekuasaan Inggris, wilayah Palestina yang saat itu didiami oleh bangsa Yahudi Israel dan Arab Palestina (terutama Muslim, juga Kristen dan Druze) dan meliputi daerah Haifa, Yerusalem, Betlehem, Ramallah, Tel Aviv, dan Gaza mulai dikerat-kerat yang sedikit demi sedikit menghimpit penduduk Palestina untuk berdaulat di tanah airnya sendiri.

Pemecah-belahan wilayah Palestina tersebut dimulai pada tahun 1921 ketika Inggris menyerahkan wilayah mandat Palestina di bagian timur Sungai Yordania kepada Emir Abdullah untuk membentuk Kerajaan Hashemite Trans Yordania yang kini merupakan negara Yordania.

Kekerasan pertama dari periode mandat itu meletus di sepanjang perbatasan Jaffa dan Tel Aviv pada May Day (1 Mei) yang mengakibatkan puluhan orang Yahudi dan Arab tewas. Selanjutnya, kekerasan di Palestina terus terjadi hingga November 1947 Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merekomendasikan pemisahan wilayah mandat Palestina menjadi dua negara, masing-masing untuk bangsa Yahudi dan Arab. Hal ini menyebabkan munculnya penolakan keras dari negara-negara Arab.

Konflik Palestina akhirnya “resmi” pecah pada bulan Mei 1948 ketika para pemimpin gerakan Zionis memproklamasikan negara Israel di atas tanah berdaulat Palestina, dan mengakhiri penguasaan pasukan Inggris di wilayah tersebut. Selanjutnya, Palestina terus bergolak akibat tindakan penjajahan Israel yang terus-menerus melanggar resolusi PBB.

Komentar

BACA JUGA

Agenda Sidang Perdana PK Ahok Terkait Pembacaan Memori

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama dengan terpidana mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara,...
Suap

Suap APBD Jambi, Anggota DPRD Mulai Diperiksa

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor untuk tiga terdakwa kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 senilai Rp3,4 miliar. Berdasarkan...

PBB: Badai Ancam Jutaan Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Musim badai yang akan tiba mengancam lebih dari 1,5 juta pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar di kamp pengungsi Bangladesh selain sebanyak...

Mini Market 212 Mart Kembali Buka Gerai di Tangerang

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Mini market 212 Mart, yang dikembangkan Koperasi Syariah 212 membuka gerai keempatnya di Banjar Wijaya Kota Tangerang, Banten. "Sangat sulit untuk menunjukkan eksistensi...

Ribuan Jiwa di Kuningan Mengungsi Akibat Longsor

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Ribuan jiwa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terpaksa mengungsi akibat di daerahnya terkena longsor dan pergerakan tanah yang merusak tempat tinggal mereka. "Yang...
loading...
Light at the end of the tunnel

Garis 8: Hak Asasi Manusia di Hadapan Tuhan

Saat ini banyak manusia yang menuntut agar “berhak segalanya". Apapun yang dikehendaki tak boleh dilarang, dengan sekedar alasan “tokh, tidak ganggu orang lain”. Maka,...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...