Kekuatan TNI AL Dikerahkan Untuk Mencari Korban Lion Air JT 610

0
72
  • 5
    Shares
Penyelam sedang mempersiapkan peralatan untuk mencari korban Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018). (foto:Basarnas)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menerjunkan 25 personel penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) untuk membantu pencarian korban dan bangkai pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang diperkirakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin.

“Kami juga telah mengerahkan personel Denjaka (Detasemen Jalamangkara) dan Batalyon Intai Amphibi sebanyak 41 orang personel dengan peralatan empat Sea Rider, dua perahu karet dan peralatan selam,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Kolonel Laut (P) M Zaenal, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (29/10).

Selain Denjaka (pasukan elit TNI AL), TNI AL juga mengerahkan 40 personel Satuan Pasukan Katak dengan empat Sea Rider.

Loading...

Baca juga: Flash: Pesawat Lion Air Jakarta-Pangkal Pinang Telah Hilang Kontak Selama 3 Jam

TNI AL juga telah memberangkatkan enam KRI yakni KRI Sikuda-863, KRI Tengiri- 865, KAL Kobra 867, KAL Sanca-815 di bawah jajaran Koarmada I dan KRI Banda Aceh-593 dari Kolinlamil yang akan difungsikan sebagai kapal markas, serta KRI Rigel-933 dari Pushidrosal yang memiliki kemampuan deteksi bawah air.

Sementara unsur udara yang turut mendukung yaitu Pesawat CN-235 diberangkatkan untuk membantu mendeteksi awal jatuhnya pesawat Lion Air dari udara.

Baca juga: Terjebak Macet, Pria Ini Batal Terbang dengan Lion Air JT 610 Yang Jatuh di Perairan Karawang

“TNI AL bersama tim Basarnas mendirikan posko di JICT (Jakarta International Container Terminal), Jakarta Utara, yang terdiri dari 1 set tenda, 2 kendaraan truk, dan 1 set peralatan posko,” kata Zaenal.

Sebelumnya, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, di Jakarta, Senin, mengatakan, KRI Rigel akan melakukan deteksi kedalaman “full covered” di posisi jatuhnya pesawat Lion Air pada koordinat  5° 46.15000′ S – 107° 7.16000′ E dan area sekitarnya dengan menggunakan Multibeam Echosounder EM2040 dan “Side Scan Sonar” untuk menggambarkan kondisi pesawat dengan tiga dimensi. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU