Jika Terpilih, Puti Janji Bebaskan Biaya SMA

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno berharap jangan sampai siswa lulusan SMP tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi dengan alasan biaya mahal.

“Semua masyarakat Jatim, jangan sampai anak-anak lulusan SMP tidak bisa melanjutkan ke SMA/SMK karena tidak mampu membayar,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya terkait momentum Hari Pendidikan Nasional, Rabu (2/5).

Cucu Presiden pertama RI Bung Karno tersebut berkomitmen jika dipercaya memimpin Jatim ke depan, ia bersama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membebaskan biaya bagi siswa SMA atau sederajat sehingga ancaman putus sekolah bisa diminimalkan.

“Kami sudah memiliki program dan kebijakan jika masyarakat memberikan amanah. Ada program ‘Dik Dilan’ atau Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan,” ucap putri kandung Guntur Soekarnoputra tersebut.

Mbak Puti, sapaan akrabnya, lantas mencontohkan kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sebelumnya di wilayahnya telah menggratiskan biaya pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK negeri.

“Karena khusus jenjang SMA/SMK, sejak 2017 telah dikelola Pemprov Jatim maka berbeda dengan tingkat di bawahnya. Tapi, jika terpilih maka Gus Ipul dan saya akan menggratiskan SMA/SMK negeri,” katanya.

Menurut dia, semasa dikelola Pemerintah Kota Surabaya, Wali Kota Risma menggratiskan SMA/SMK negeri bersama SD dan SMP negeri, sedangkan sekolah-sekolah swasta diberikan subsidi berupa Bantuan Operasional Daerah (BOPDA) sehingga biaya pendidikannya dapat ditekan lebih rendah.

Untuk keperluan itu, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 32 persen dari APBD Kota Surabaya, kemudian Pemkot Blitar di bawah Wali Kota Samanhudi juga membebaskan biaya pendidikan sekolah negeri, mulai level SD, SMP, SMA dan SMK, bahkan di atas 40 persen dari APBD Kota Blitar.

“Begitu pula Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang berani membebaskan biaya pendidikan tersebut. Namun, sejak 2017, kewenangan SMA/SMK diambil-alih Pemprov Jatim berdasarkan UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah,” katanya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Gus Ipul menjelaskan bahwa program “Dik Dilan” bakal mengembalikan lagi pendidikan gratis untuk masyarakat Jatim setelah UU mengembalikan kewenangan terhadap SMA/SMK negeri kepada pemprov.

Dengan program tersebut, kata dia, komitmen pendidikan tak hanya diwujudkan pada sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta setingkat SMA akan diberikan subsidi.

“Untuk siswa dari keluarga miskin akan memberikan beasiswa yang digunakan untuk biaya transportasi, pembelian peralatan sekolah dan pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana disesuaikan untuk masing-masing daerah,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....