Jika Pilgub Jatim Dilaksanakan Hari Ini Yang Menang Paslon Nomor 3, Ini Alasannya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam mengatakan jika pemilihan Gubernur Jatim 2018 dilaksanakan saat ini, kemungkinan besar yang akan menang adalah swing voter dan undecieded voters.

“Kemungkinan besar jika Pilgub Jatim 2018, dilaksanakan sekarang pemenangnya bukan Gus Ipul-Puti maupun Khofifah-Emil, melainkan mereka yang belum punya pemilih alias pasangan nomor tiga,” ungkap Surokim kepada awak media, di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rabu (21/3).

Disela acara Oase Bangsa, pria yang juga peneliti di Surabaya Survey Center (SSC) ini menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei terlihat situasi Pilgub Jatim yang cair dan persaingan sangat sengit.

“Artinya situasi Pilgub Jatim, masih sangat dinamis dan pemilih masih fluktuatif, bahkan kedua kandidat persaingannya sangat sengit, namun cair,” jelasnya.

Sisi lain, Surokim juga menghimbau supaya calon tidak tergoda untuk menghalalkan segala cara untuk dapat memenangkan kursi Jatim satu.

“Pemilih Jatim sangat rasional dan tidak terpengaruh ujaran SARA dan lainnya, bahkan mereka lebih menekankan pada aspek kinerja, visi misi, program kerja dan kualitas atau kompetensi calon,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Dari Plot Pembunuhan Menuju Monarkhi Konstitusional di Arab Saudia

Aneka media luar dan dalam negeri dengan telanjang menggambarkannya. Tim 15 orang memutilasi, memotong korban ketika korban masih hidup. Suara melengking korban kesakitan yang luar biasa terdengar dan terekam.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.