Jelang Debat Publik Putaran Pertama, KPU Libatkan 4 Panelis Dari Akademisi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Jelang Debat Publik Pemilihan Gubernur Jatim 2018 putaran pertama, yang akan diadakan besok, Selasa (10/4) malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur telah mempersiapkan sejumlah aturan dan petunjuk teknis pelaksanaan debat. Salah satunya pembatasan kehadiran Tim Kampanye dan pendukung kedua paslon.

“Debat publik tidak ada pengerahan masa, hanya kami beri batasan sebanyak 150 orang yang boleh masuk untuk menonton debat tersebut. Kita juga tidak menyediakan layar plasma di luar area, untuk menghindari membludaknya simpatisan yang hadir,” kata┬áKetua KPU Jatim, Eko Sasmito di Kantor KPU Jatim, Surabaya, Senin (9/4).

Eko mengungkapkan bahwa debat publik ini yang pertama disiarkan secara live di dua televisi nasional swasta.

Acara debat ini, lanjut Eko, dibagi enam segmen penayangan. Terdiri dari penyampaian visi misi, pertanyaan host kepada kandidat, pendalaman studi kasus, saling memberi pertanyaan antara Cagub dan Cawagub lain, debat antar paslon dan closing segmen.

“Materi sudah ditentukan oleh tim perumus. Untuk depat pertama ini, terkait kesejahteraan rakyat, kesehatan, pendidikan, Sosial, Hukum dan Ham serta pemberdayaan perempuan, saya juga yakin kedua palson tidak akan kehabisan ide,” terangnya.

Diungkapkan juga oleh Eko, KPU melibatkan empat panelis akademis sebagai perumus materi debat publik. Keempat panelis adalah Nunuk Nuswardani dari Hukum Administrasi Negara Universitas Trunojoyo Madura, Abdul Chalik pengamat Politik Pemerintahan Lokal dan Perbandingan Kelembagaan Negara, Lutfi J. Kurniawan Akademisi dan Aktivis Anti Korupsi dan Fauzan dari pengajar Bahasa Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang.

“Kita harap materi yang diberikan, bisa disampaikan paslon Cagub Cawagub Jatim nomor urut satu Khofifah-Emil dan nomor urut dua Gus Ipul-Puti Guntur dengan baik, agar masyarakat Jatim bisa mengetahui dan menilai kapasitas calon pemimpin Jatim mendatang,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER